Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 28 April 2026 | Pasangan ganda putri Indonesia, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi, tampil mengesankan pada putaran 16 besar Madrid Open 2026 dengan mengalahkan unggulan keenam, Cristina Bucsa dan Nicole Melichar‑Martinez, 6‑4, 6‑2. Kemenangan tersebut menegaskan strategi matang serta momentum yang terjaga, namun perjalanan mereka terhenti di babak berikutnya ketika menghadapi veteran Vera Zvonareva dan Laura Siegemund.
Setelah menumpas lawan pada babak 16 besar, Tjen dan Sutjiadi memasuki perempat final dengan kepercayaan diri tinggi. Namun, pasangan Rusia‑Jerman yang berpengalaman menampilkan permainan agresif dan konsistensi tinggi. Dalam duel yang berlangsung selama 1 jam 3 menit, Janice Tjen akhirnya mengalami kekalahan 4‑6, 7‑5, 3‑6, menandai akhir penampilan mereka di turnamen ini.
Berikut rangkuman statistik kunci pertandingan perempat final:
| Statistik | Janice Tjen/Aldila Sutjiadi | Zvonareva/Siegemund |
|---|---|---|
| First Serve % | 67,3% | 68,5% |
| First Serve Points Won | 69,7% | 71,2% |
| Break Points Won | 5/9 | 6/10 |
| Double Faults | 2 | 3 |
Statistik menunjukkan bahwa meskipun Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berhasil mempertahankan tingkat servis yang solid, Zvonareva dan Siegemund mampu memanfaatkan peluang lebih efektif, terutama pada poin‑poin krusial di set ketiga.
Strategi yang diterapkan Janice Tjen selama turnamen tetap konsisten: menekan lawan sejak awal, mengontrol pola rally, dan memaksimalkan deuce points. Pada pertandingan melawan Zvonareva/Siegemund, pasangan veteran berhasil membalik tekanan dengan variasi spin dan penempatan bola yang lebih tajam, memaksa Tjen dan rekan satu timnya melakukan kesalahan tak terpakai.
Pelatih tim Indonesia mengakui bahwa pengalaman melawan lawan berlevel tinggi seperti ini sangat berharga bagi perkembangan Janice Tjen. “Kami belajar banyak dari pertandingan ini. Meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, kami tetap bangga dengan penampilan tim,” ungkapnya dalam konferensi pers pasca‑pertandingan.
Kekalahan ini tidak mengurangi prestasi Janice Tjen di turnamen sebelumnya, di mana ia dan Aldila berhasil menyingkirkan unggulan keenam. Kemenangan tersebut menegaskan potensi duo Indonesia dalam kompetisi WTA 1000, sekaligus memberi pelajaran penting untuk perbaikan taktik di turnamen mendatang.
Ke depan, Janice Tjen diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman ini untuk meningkatkan performa di ajang Grand Slam serta memperkuat posisi Indonesia di kancah tenis internasional.









