Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Juni 2026 | Pasar negara berkembang saat ini menjadi sorotan dalam kancah ekonomi global. Banyak negara berkembang yang berusaha meningkatkan perekonomiannya melalui berbagai cara, salah satunya dengan mengembangkan industri dalam negeri.
Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang, telah mencapai kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kebijakan hilirisasi nikel yang dijalankan, Indonesia berhasil menjadi pemain utama dalam rantai pasok energi bersih global. Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa dominasi tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan industri manufaktur berteknologi tinggi di dalam negeri.
Di sisi lain, Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) telah menjadi jangkar stabilitas bagi negara-negara ASEAN. RCEP bukan hanya sekadar perjanjian perdagangan, tetapi juga platform penting untuk menjaga stabilitas regional, memastikan kelancaran rantai pasokan, serta meningkatkan kepercayaan investor.
Namun, Indonesia juga menghadapi tantangan dalam pasar obligasi. Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mengalami arus modal keluar di pasar obligasi. Hal ini menunjukkan bahwa investor global mulai mencermati risiko domestik Indonesia, terutama terkait fiskal dan kualitas kebijakan ekonomi.
Untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan ketahanan, negara-negara berkembang perlu meningkatkan kerja sama regional dan internasional. Mereka juga perlu memperkuat industri dalam negeri dan meningkatkan kualitas kebijakan ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, China dan ASEAN secara konsisten menjadi mitra dagang terbesar bagi satu sama lain, dengan nilai perdagangan bilateral melampaui 1 triliun dolar AS untuk pertama kalinya pada 2025. Hal ini menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Para ahli menyarankan bahwa negara-negara berkembang perlu memperdalam kolaborasi di berbagai bidang, seperti koordinasi regulasi, ekonomi digital, pembangunan hijau, dan integrasi rantai pasok. Mereka juga perlu meningkatkan kerja sama langsung antarprovinsi dan negara bagian untuk mendorong perkembangan RCEP.
Untuk meningkatkan industri manufaktur berteknologi tinggi, negara-negara berkembang perlu meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan, serta memperkuat kerja sama dengan negara-negara lain. Mereka juga perlu memperhatikan sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
Kesimpulan, pasar negara berkembang saat ini menghadapi tantangan dan peluang yang besar. Dengan meningkatkan kerja sama regional dan internasional, memperkuat industri dalam negeri, dan meningkatkan kualitas kebijakan ekonomi, negara-negara berkembang dapat mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan ketahanan.











