BERITA

Forest City Malaysia: Dari Mimpi Menjadi Sarang Penipu

×

Forest City Malaysia: Dari Mimpi Menjadi Sarang Penipu

Share this article
Forest City Malaysia: Dari Mimpi Menjadi Sarang Penipu
Forest City Malaysia: Dari Mimpi Menjadi Sarang Penipu

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 15 Agustus 2026 | Forest City di Malaysia, yang dulu digadang sebagai proyek kota masa depan, kini telah berubah menjadi kota hantu. Proyek senilai 100 miliar dollar AS ini, yang dibangun oleh pengembang properti China, Country Garden, dan perusahaan swasta Malaysia, Danga 88, telah mengalami kemunduran yang signifikan.

Pembangunan Forest City dimulai pada tahun 2016, dengan visi untuk menciptakan sebuah kota yang dapat menampung sekitar 700.000 penduduk. Namun, satu dekade kemudian, jumlah penduduk yang menghuni pulau buatan seluas 14 kilometer persegi ini diperkirakan hanya 1% dari jumlah tersebut.

📖 Baca juga:
Malaysia Menghadapi Tantangan Energi dan Geopolitik: Dari Ketergantungan Energi hingga Diplomasi Internasional

Menurut Jason Deng, investor yang membeli lima properti di Forest City, proyek ini awalnya digambarkan sebagai “surga impian bagi seluruh umat manusia”. Namun, kenyataannya, Forest City kini telah menjadi sebuah kota yang sepi dan sunyi, dengan banyak apartemen yang kosong dan tertutup debu.

Pada pertengahan Juli 2026, polisi Malaysia menemukan bahwa Forest City telah menjadi sarang sindikat penipuan, yang menjalankan operasi penipuan investasi dan penipuan percintaan yang menargetkan korban di luar negeri. Para pelaku sindikat penipuan ini menempati 32 titik lokasi yang tersebar di 27 apartemen di lima lantai sebuah menara hunian, dan lima bungalow.

📖 Baca juga:
Dolar AS Melemah, Sementara Warga Bantul Tertipu Penggandaan Uang hingga Kehilangan Ribuan Dolar

Penyebab kemunduran Forest City bermula dari dugaan adanya indikasi perusakan lingkungan yang dituduhkan oleh pemerintah setempat. Meskipun pembangunan tetap dapat berjalan, proyek ini tidak pernah mendapatkan restu sepenuhnya dari pemerintah Malaysia.

Kini, Forest City telah menjadi contoh dari bagaimana sebuah proyek yang ambisius dapat berakhir menjadi kegagalan. Dengan banyak apartemen yang kosong dan sebuah kota yang sepi, Forest City telah kehilangan mimpi dan harapan yang pernah dibangun.

📖 Baca juga:
Myanmar vs Malaysia: Harimau Malaya Comeback 2-1 di Piala AFF 2026

Kesimpulan, Forest City Malaysia merupakan contoh dari bagaimana sebuah proyek yang besar dapat berakhir dengan kegagalan. Dengan berbagai masalah yang dihadapi, termasuk dugaan perusakan lingkungan dan kemunduran ekonomi, Forest City telah kehilangan kesempatan untuk menjadi sebuah kota yang maju dan modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *