Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 Juli 2026 | Belakangan ini, mata uang dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan. Pada perdagangan Jumat waktu setempat, dolar AS bergerak stabil, tetapi menutup pekan ini dengan melemah setelah data inflasi AS yang lebih moderat mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.
Sementara itu, di Yogyakarta, seorang warga Bantul berinisial BA (36) jadi korban penipuan bermodus penggandaan uang. Korban mengalami kerugian lebih dari 5.555 dolar AS atau Rp 100 juta dari penipuan ini. Polisi kemudian mengusut kasus ini dan mengamankan seorang berinisial SN (56).
Penipuan itu berawal saat korban, BA (36) menerima telepon dari seorang pria, Sabtu (27/6). Sang penelepon mengaku punya seorang rekan berinisial SN yang mampu menggandakan uang. Untuk meyakinkan korban, pelaku juga menyertakan sejumlah video dan foto-foto soal penggandaan uang.
Korban kemudian menyerahkan uang dalam bentuk mata uang dolar Amerika Serikat yang kalau dirupiahkan sekitar Rp 100 juta. Setelah uang diterima, korban diminta menunggu di luar rumah. Namun, pelaku justru membawa kabur seluruh uang tersebut dan tidak kembali.
Polisi yang menerima laporan penipuan tersebut langsung melakukan pengejaran hingga sang pelaku berinisial SN (56) berhasil ditangkap. Sejumlah barang bukti juga diamankan antara lain amplop money changer beserta kuitansi penukaran uang, amplop berisi potongan kertas cokelat yang diduga digunakan sebagai bagian dari modus penipuan, satu unit sepeda motor Honda PCX, helm, jaket, STNK kendaraan, serta uang tunai sebesar Rp 800 ribu.
Di luar kasus penipuan, FIFA mulai menjual potongan rumput dari New York New Jersey Stadium, venue final Piala Dunia 2026, melalui FIFA Store sejak 16 Juli 2026. Tersedia empat kategori rumput dengan harga mulai 450 dolar AS hingga edisi Hero Edition yang dilengkapi suvenir eksklusif seperti trofi kristal dan sertifikat keaslian.
Sebanyak 2.026 potongan rumput dijual dan pengiriman baru dilakukan setelah laga final Spanyol versus Argentina selesai digelar. Ini menjadi kenang-kenangan unik dari final Piala Dunia 2026.
Dalam beberapa hari terakhir, dolar AS juga bergerak melemah terhadap beberapa mata uang lain, seperti euro dan poundsterling. Namun, dolar Australia juga menorehkan penguatan untuk pekan ketiga berturut-turut.
Kesimpulan dari beberapa kasus dan kejadian terkait dolar AS ini menunjukkan bahwa mata uang ini masih memiliki pengaruh besar dalam perekonomian global. Sementara itu, warga Bantul yang tertipu penggandaan uang menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan.











