Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 10 Agustus 2026 | Pemerintah terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi lintas sektor. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperkuat peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Mandiri telah memperluas kolaborasi dengan PT Paramount Enterprise International (Paramount) untuk menghadirkan solusi layanan perbankan yang terintegrasi sekaligus mendukung pengembangan kawasan properti yang berkelanjutan. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan dua Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu, 5 Agustus 2026.
MoU pertama mengenai Kerja Sama Kawasan dan Penggunaan Jasa atau Produk Perusahaan, ditandatangani oleh Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri Jan Winston Tambunan dan SEVP Corporate Banking 1 Bank Mandiri Eny Kurniasih M. Mukarromah, bersama President Director Paramount M. Nawawi dan Director Paramount Chrissandy Dave Winata.
MoU kedua mengenai Kerja Sama Pemasaran dan Penggunaan Jasa atau Produk Perusahaan, ditandatangani oleh Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari bersama Director Paramount Santi Meilawati. Proses penandatanganan turut disaksikan oleh Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro dan SEVP Risk Management Bank Mandiri Wildan Sanjoyo, bersama Board of Advisor Paramount Ervan Adi Nugroho dan Nurmiyanti Said serta Director Paramount Norman S. Daulay.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua perusahaan dalam memperkuat integrasi layanan keuangan sekaligus mendukung pengembangan kawasan yang semakin modern, produktif, dan berdaya saing. Melalui kolaborasi tersebut, Bank Mandiri akan menghadirkan layanan perbankan yang komprehensif untuk mendukung kebutuhan Paramount Group beserta entitas afiliasinya, mulai dari pengelolaan transaksi dan operasional perusahaan, digitalisasi layanan keuangan, hingga penyediaan solusi pembiayaan bagi konsumen melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga memerintahkan jajarannya dan para petinggi BUMN, khususnya Pertamina dan PLN, untuk segera memangkas anak-cucu perusahaan beserta unit-unit usaha di bawahnya guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha. Instruksi ini disampaikan langsung oleh Presiden kepada beberapa menteri dan Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
Pemangkasan anak dan cucu perusahaan—yang disebut sebagai layer-layer—juga bertujuan mempercepat waktu pengambilan keputusan terutama pada masa-masa dan persoalan-persoalan yang krusial. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya.
Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga. Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri turut melaporkan kemajuan dari program mandatory Biodiesel 50 persen (B50) terutama sejak diluncurkan pada bulan Juli 2026.
Simon juga melapor langsung kepada Presiden mengenai kesiapan infrastruktur Pertamina untuk menjalankan program mandatory bio-ethanol pemerintah. Rapat tersebut diikuti di antaranya oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Seskab Teddy, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, dan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.
Terlebih, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani telah melaporkan tindak lanjut dari instruksi Presiden untuk mengurangi layer-layer, di antaranya seperti anak dan cucu BUMN. Perampingan (streamlining) telah dilakukan pada 274 perusahaan per akhir Juli 2026.
Kesimpulan, pemerintah terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sinergi lintas sektor. Dengan memperkuat peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah, serta memangkas anak-cucu perusahaan BUMN, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.











