Politik

Wali Kota Bandung Farhan Gencar Reformasi: Dari Sampah hingga WFH, Tantangan Baru di Tengah Kritik Gubernur

×

Wali Kota Bandung Farhan Gencar Reformasi: Dari Sampah hingga WFH, Tantangan Baru di Tengah Kritik Gubernur

Share this article
Wali Kota Bandung Farhan Gencar Reformasi: Dari Sampah hingga WFH, Tantangan Baru di Tengah Kritik Gubernur
Wali Kota Bandung Farhan Gencar Reformasi: Dari Sampah hingga WFH, Tantangan Baru di Tengah Kritik Gubernur

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 April 2026 | Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian kebijakan strategis diluncurkan untuk mengatasi permasalahan kota sekaligus menjawab kritik gubernur Dedi Mulyadi mengenai efektivitas 1.500 penyapu jalan yang dinilai belum optimal.

Farhan menegaskan bahwa program penyapu jalan tidak hanya sekadar menambah jumlah personel, melainkan harus didukung dengan sistem manajemen yang terintegrasi. Ia mengumumkan revamp operasional melalui penggunaan aplikasi digital yang memungkinkan pemantauan kinerja secara real‑time, serta penempatan tenaga kerja yang lebih tepat sasaran di area dengan akumulasi sampah tertinggi.

📖 Baca juga:
Sherly Tjoanda Ungkap Dinamika Golkar di Depan Bahlil, Prabowo Tegaskan Ancaman Musuh

Selain itu, dalam rangka memperingati 80 tahun peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api (BLA), Farhan berperan sebagai inspektur upacara pada 23 April 2026. Acara tersebut tidak hanya menjadi momentum nostalgia, melainkan juga platform untuk menghidupkan kembali semangat juang warga Bandung dalam menghadapi tantangan modern, khususnya pengelolaan sampah. Farhan menyoroti bahwa kota menghasilkan sekitar 200 ton sampah per hari, sementara kapasitas pengangkutan ke TPA Sarimukti terbatas karena rencana penutupan pada akhir tahun.

Untuk mengurangi beban tersebut, Pemkot Bandung merencanakan pembangunan minimal 24 titik fasilitas pengolahan sampah baru, mencakup teknologi termal, daur ulang organik, dan komposting. Rincian rencana tersebut disajikan dalam tabel berikut:

Jenis Fasilitas Jumlah Titik Teknologi Utama
Pengolahan Termal 8 Pirolisis & Inciinerator
Daur Ulang Organik 10 Komposting Skala Besar
Pengolahan Plastik 6 Ekstrusi & Recycling

Langkah ini diharapkan dapat menurunkan volume sampah yang harus diangkut ke TPA, sekaligus memberikan peluang kerja baru bagi warga setempat.

📖 Baca juga:
Prabowo Subianto Tiba di Paris Usai Pertemuan 5 Jam Bersama Putin, Siapkan Agenda Strategis dengan Macron

Di bidang tata kelola aparatur sipil negara (ASN), Farhan juga mengesahkan kebijakan work‑from‑home (WFH) yang lebih ketat. Dengan mengimplementasikan aplikasi Gercek Asik Mobile, pemantauan kehadiran ASN dilakukan tiga kali sehari melalui geo‑location. Data awal menunjukkan penurunan signifikan pelanggaran: dari 136 ASN yang keluar zona kerja pada pekan pertama, turun menjadi hanya 16 orang pada pekan kedua. Kepala BKPSDM Bandung, Evi Hendarin, menyatakan tren ini mencerminkan peningkatan disiplin dan efisiensi operasional, sekaligus mengurangi konsumsi BBM dan listrik pemerintah kota.

Farhan menambahkan bahwa meski WFH memberikan fleksibilitas, sistem pengawasan tetap menjaga produktivitas layanan publik. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran tanpa izin akan dikenakan sanksi administratif, sementara kasus khusus akan ditinjau bersama atasan masing‑masing.

Sementara itu, berita tentang Wakil Wali Kota Bandung yang berstatus tersangka korupsi namun tetap menerima tunjangan serta mobil dinas menimbulkan pertanyaan etis di kalangan publik. Farhan menanggapi bahwa proses hukum masih berjalan dan pemkot tetap menghormati prinsip presumption of innocence, sambil memastikan bahwa kebijakan internal tidak melanggar regulasi keuangan daerah.

📖 Baca juga:
JK Gelar Pertemuan Perdamaian dengan Tokoh Poso-Ambon, Desak Hentikan Fitnah Ceramah UGM

Secara keseluruhan, serangkaian inisiatif Farhan mencerminkan upaya holistik: memperbaiki layanan kebersihan, memanfaatkan momentum sejarah BLA untuk menggalang solidaritas, serta menegakkan disiplin kerja melalui teknologi. Tantangan tetap ada, terutama dalam mengoptimalkan anggaran dan memastikan transparansi pada kasus korupsi yang melibatkan pejabat tinggi. Namun, respons cepat dan data yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi indikator positif bagi arah pemerintahan Bandung ke depan.

Ke depan, Farhan berjanji akan terus memperkuat pengawasan berbasis digital, meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan sampah, dan membuka ruang dialog publik untuk mengidentifikasi masalah yang belum terjangkau teknologi. Dengan menumpuk semangat Bandung Lautan Api sebagai landasan moral, mayor kota berharap dapat mengubah tantangan menjadi peluang bagi pembangunan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *