Nasional

Gelombang Pertama Komcad: 2.000 ASN Ikuti Pelatihan Dasar Militer Selama 1,5 Bulan

×

Gelombang Pertama Komcad: 2.000 ASN Ikuti Pelatihan Dasar Militer Selama 1,5 Bulan

Share this article
Gelombang Pertama Komcad: 2.000 ASN Ikuti Pelatihan Dasar Militer Selama 1,5 Bulan
Gelombang Pertama Komcad: 2.000 ASN Ikuti Pelatihan Dasar Militer Selama 1,5 Bulan

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 14 April 2026 | Senin, 13 April 2026, lapangan Monas sisi selatan menjadi saksi pelepasan resmi dua ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 49 kementerian dan lembaga untuk mengikuti pelatihan dasar militer sebagai Komponen Cadangan (Komcad). Upacara yang dipimpin oleh Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, menandai dimulainya gelombang pertama program yang direncanakan berlangsung selama satu setengah bulan.

Gabriel Lema menekankan tujuan utama pelatihan ini: menumbuhkan jiwa nasionalisme, karakter, dan disiplin tinggi di kalangan ASN. “Jiwa bela negara harus menjadi satu frekuensi, meskipun tanggung jawab profesional masing‑masing berbeda,” ujarnya saat sesi pers. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya memperkuat kesiapan pertahanan, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan keamanan dan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

📖 Baca juga:
Otorita IKN Gali Potensi Rotan, Bentengi Warga dari Hoaks Rekrutmen, dan Jalin Kerja Sama Internasional

Ribuan peserta akan dibagi ke enam pusat pendidikan militer, yaitu Rindam Jaya, Pasmar 1 Cilandak, Wingdik 500 Atang Senjaya, Pusdikkes Kramat Jati, Puskom Bela Negara Rumpin, dan Halim Perdanakusuma. Di masing‑masing lokasi, ASN akan menjalani tes jasmani, psikologi, ideologi, serta pelatihan dasar senjata dan menembak. Berikut ini rangkuman fasilitas pendidikan yang akan ditempuh:

  • Pusdikkes – Pendidikan kesehatan dan kebugaran fisik
  • Skadik 301 – Pengembangan kemampuan taktis dan strategis
  • Pusbahasa AU – Penguatan bahasa dan komunikasi militer
  • Kodam Jaya – Latihan lapangan dan taktik dasar
  • Pasmari 1 Marinir Cilandak – Pembekalan disiplin marinir

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik. Materi kurikulum mencakup pembentukan mental, karakter, serta pengetahuan operasional senjata yang terbatas. Brigjen Hengki Yuda, Kepala Pusat Komcad Badan Cadangan Nasional, menjelaskan bahwa peserta telah melewati proses seleksi administrasi dan kesehatan; dari 2.115 calon, 2.019 dinyatakan lolos dan siap mengikuti pelatihan.

Beberapa ASN yang terpilih memberikan pandangan pribadi tentang kesempatan ini. Suherlan Maulana, seorang ASN Kementerian Sosial berusia 35 tahun, mengaku tergerak oleh rasa penasaran. “Saya ingin menjadi lebih disiplin dalam bekerja, dan pelatihan ini menjadi peluang untuk mengasah diri,” katanya. Ia menambahkan bahwa keluarga mendukung penuh, sehingga tidak ada hambatan dalam mengikuti program.

📖 Baca juga:
Prabowo Percepat Proyek Giant Sea Wall; Didit Herdiawan Pimpin Implementasi Pantura

Di sisi lain, Maulidia Fatima Latifa Nisa, CPNS berusia 24 tahun dari Kementerian Ekonomi Kreatif, melihat Komcad sebagai kesempatan langka yang tak ingin ia lewatkan. “Saya suka aktivitas luar ruang, jadi pelatihan militer ini sekaligus mengobati rasa rindu akan alam,” ujarnya. Ia juga memastikan proses alih tugas di kantor telah diatur sehingga pekerjaan tetap berjalan lancar selama masa latihan.

Target pemerintah dalam dua gelombang pelatihan ini adalah empat ribu ASN. Setelah gelombang pertama selesai, gelombang kedua dijadwalkan akan dimulai pertengahan tahun 2026, melanjutkan total 4.000 peserta. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertahanan untuk memperkuat sistem pertahanan nasional melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk aparatur sipil yang memiliki potensi strategis.

Secara keseluruhan, pelatihan Komcad tidak hanya memberikan kemampuan fisik dan taktis, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan (korsa) serta kemampuan problem solving yang relevan dalam konteks pelayanan publik. Dengan menyiapkan ASN yang lebih tangguh dan berjiwa bela negara, pemerintah berharap dapat menciptakan sinergi antara fungsi sipil dan militer demi keamanan dan kesejahteraan bangsa.

📖 Baca juga:
BGN Bongkar Anggaran Kaos Kaki, Laptop, dan Alat Makan: Fakta di Balik Klaim Rp4 Triliun

Kesimpulannya, gelombang pertama Komcad menandai langkah konkret pemerintah dalam mengintegrasikan nilai-nilai pertahanan ke dalam aparatur sipil. Keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan, sekaligus memperkuat rasa kebangsaan di kalangan pejabat negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *