Politik

Yaman Hadapi Ancaman Kudeta dan Ketegangan dengan Houthi, Sementara Demokrasi Indonesia Dalam Bahaya

×

Yaman Hadapi Ancaman Kudeta dan Ketegangan dengan Houthi, Sementara Demokrasi Indonesia Dalam Bahaya

Share this article
Yaman Hadapi Ancaman Kudeta dan Ketegangan dengan Houthi, Sementara Demokrasi Indonesia Dalam Bahaya
Yaman Hadapi Ancaman Kudeta dan Ketegangan dengan Houthi, Sementara Demokrasi Indonesia Dalam Bahaya

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 Juli 2026 | Situasi politik di Yaman kembali memanas setelah pemerintah Yaman menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan koalisi pimpinan Arab Saudi dan mitra internasional demi meredam ancaman serta melindungi jalur perairan vital di tengah meningkatnya ketegangan dengan kelompok Houthi.

Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, Rashad al-Alimi, menyatakan bahwa kerja sama tersebut juga berfokus pada penanganan terorisme, penyelundupan, dan kejahatan terorganisasi. Ia menegaskan bahwa aspirasi rakyat Yaman untuk membangun negara yang bermartabat dan stabil tidak akan pernah menjadi bahan tawar-menawar.

📖 Baca juga:
DPR Tekan Reklamasi Pulau Serangan: Tuntutan Hentikan Sementara demi Selamatkan Ekosistem Bali

Sementara itu, di Indonesia, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan tentang bahaya kematian demokrasi. Menurutnya, demokrasi bisa mati sekalipun tanpa kudeta militer. Hasto mengingatkan bahwa intervensi lembaga tinggi negara, seperti putusan Mahkamah Konstitusi, bisa berakibat terhadap kematian demokrasi.

Hasto juga menyoroti kasus tewasnya KD, seorang pria di Tabanan, Bali, akibat dikeroyok setelah diduga mencuri ayam aduan. Ia membandingkan kasus tersebut dengan penanganan perkara mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, yang dinilai memiliki perlakuan istimewa dalam penegakan hukum.

📖 Baca juga:
Menteri Rini Ungkap Hasil Positif Implementasi WFH untuk PNS, PPPK, dan P3K PW di Pemerintahan Pusat

PDIP menyatakan akan memberikan bantuan kepada keluarga korban dan menilai kasus tersebut menunjukkan ketidakadilan hukum bagi rakyat kecil. Hasto menegaskan bahwa PDIP akan mengambil posisi sebagai partai penyeimbang di luar pemerintahan untuk menghadapi kemunduran demokrasi.

Dalam situasi tersebut, masyarakat harus tetap waspada dan mengawal proses demokrasi agar tidak terjadi kemunduran yang lebih parah. Dengan memperkuat supremasi hukum dan memastikan adanya check and balances, diharapkan demokrasi di Indonesia dapat tetap bertahan dan berkembang.

📖 Baca juga:
Demo Mahasiswa di Bundaran HI: Tuntutan dan Respons Pemerintah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *