BERITA

Polisi Ungkap Jalan Damai: Perdamaian Azizah Salsha dengan Resbob dan Bigmo Terurai di Balik Kontroversi Media Sosial

×

Polisi Ungkap Jalan Damai: Perdamaian Azizah Salsha dengan Resbob dan Bigmo Terurai di Balik Kontroversi Media Sosial

Share this article
Polisi Ungkap Jalan Damai: Perdamaian Azizah Salsha dengan Resbob dan Bigmo Terurai di Balik Kontroversi Media Sosial
Polisi Ungkap Jalan Damai: Perdamaian Azizah Salsha dengan Resbob dan Bigmo Terurai di Balik Kontroversi Media Sosial

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 21 April 2026 | JAKARTA, 21 April 2026 – Pihak kepolisian mengeluarkan pernyataan resmi terkait proses perdamaian antara influencer muda Azizah Salsha dengan dua tokoh internet, Resbob dan Bigmo. Penjelasan tersebut datang setelah beragam spekulasi menyebar di media sosial mengenai dugaan perselisihan yang melibatkan ketiganya.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Irwan Setiawan, penyelidikan awal menunjukkan bahwa ketegangan bermula dari sebuah video yang beredar pada awal April, memperlihatkan Azizah Salsha berseteru secara verbal dengan Resbob dan Bigmo dalam sebuah vlog kolaborasi. Video tersebut menimbulkan reaksi keras dari netizen, yang menuduh salah satu pihak melakukan provokasi.

📖 Baca juga:
Gemerlap Paris: Dari Coachella hingga LACMA, Celine Dion, dan Kehidupan Sehari-hari Para Selebriti

Irwan menegaskan, “Kami menerima laporan dari masyarakat dan melakukan pendekatan mediasi secara cepat. Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada unsur kekerasan dan menjaga ketertiban publik.”

Berikut rangkaian langkah mediasi yang dilakukan oleh kepolisian:

  • Pengumpulan bukti digital (rekaman video, chat, dan postingan media sosial) pada tanggal 2 April 2026.
  • Pertemuan tatap muka pertama antara perwakilan Azizah, Resbob, dan Bigmo pada tanggal 5 April 2026 di kantor Polres Jakarta Selatan.
  • Fasilitasi sesi konseling komunikasi oleh tim psikolog Polri pada tanggal 7 April 2026.
  • Penandatanganan pernyataan perdamaian pada tanggal 10 April 2026 yang disaksikan oleh media resmi.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Senin (20/4/2026), Azizah Salsha menyatakan, “Saya menghargai upaya polisi yang membantu menyelesaikan perbedaan pendapat dengan Resbob dan Bigmo. Kami semua adalah kreator yang ingin memberikan konten positif bagi penggemar.” Resbob menambahkan, “Tidak ada niat memicu konflik, hanya kesalahpahaman dalam proses editing video. Kami berterima kasih atas bantuan pihak berwajib.” Sementara Bigmo menutup dengan, “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua kreator untuk lebih hati-hati dalam berinteraksi online.”

📖 Baca juga:
Firdaus alias Resbob Dituduh Fitnah dan Ujaran Kebencian, Jaksa Minta 2,5 Tahun Penjara Meski Telah Damai dengan Azizah Salsha

Polisi menegaskan bahwa tidak ada unsur pidana dalam kasus ini. Namun, mereka mengingatkan para publik figur untuk selalu mengedepankan etika digital dan menghindari provokasi yang dapat memicu konflik massa.

Kasus ini muncul bersamaan dengan insiden lain yang melibatkan Azizah Salsha, yakni penolakan foto bersama penyanyi internasional Harry Styles di Paris pada 19 April 2026. Meskipun begitu, Azizah menegaskan bahwa kedua peristiwa tersebut tidak saling terkait. “Saya tetap bahagia dapat bertemu Harry, meski foto ditolak. Fokus saya sekarang adalah menyelesaikan masalah dengan teman-teman kreator lain secara damai,” ujar Azizah dalam unggahan Instagramnya pada 20 April.

Para ahli komunikasi digital menilai bahwa peran mediasi kepolisian dalam sengketa antar influencer merupakan langkah progresif. “Keterlibatan institusi resmi dapat menurunkan eskalasi konflik di dunia maya, terutama ketika publikasi cepat menambah tekanan emosional,” kata Dr. Maya Lestari, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia.

📖 Baca juga:
Rismon Sianipar Bantah Tuduhan Roy Suryo, Klaim Sendiri Gali Data Ijazah Jokowi Tanpa Bantuan

Sejauh ini, respons publik tampak positif. Banyak netizen yang memuji upaya penyelesaian damai, dengan komentar seperti, “Akhirnya ada solusi tanpa drama,” dan “Polisi memang harus lebih aktif dalam mengatur konten daring.”

Polri menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen terus memantau dinamika media sosial, khususnya yang melibatkan tokoh publik, guna mencegah potensi konflik yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *