Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 Juni 2026 | Pasar saham Asia terlihat lesu pada hari Rabu, dengan Nikkei 225 Jepang turun sekitar 0,2%, sementara Kospi Korea Selatan naik 3,7% setelah anjlok 10% sehari sebelumnya. Ketidakpastian terus menghantui pasar global karena investor memantau perkembangan hubungan AS-Iran dan dampaknya pada harga minyak.
Harga minyak telah turun lebih dari 1% pada hari Rabu, memperpanjang kerugian sejak awal pekan ini dan berada di dekat titik terendah empat bulan terakhir. Sementara itu, dolar AS mencapai level tertinggi baru sejak tahun 2025, dengan indeks dolar naik 0,4% dan mencapai 101,43.
Di pasar saham, indeks Nasdaq 100 anjlok 3,3% pada hari sebelumnya, dipimpin oleh penurunan saham teknologi besar. S&P 500 turun 1,4%, sedangkan Dow Jones turun 0,1%. Di Asia, MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,4% setelah berfluktuasi antara gain dan loss.
Analisis menunjukkan bahwa investor masih waspada terhadap volatilitas pasar yang dipicu oleh ketidakpastian seputar perang AS-Iran dan dampaknya pada harga minyak. Sementara itu, prospek perdamaian antara AS dan Iran tetap menjadi fokus utama, meskipun masih ada perbedaan pendapat tentang apa yang telah disepakati dalam perjanjian damai.
Dalam beberapa hari mendatang, investor akan memantau laporan pekerjaan Australia dan data inflasi PCE AS untuk memahami arah pasar lebih lanjut. Sementara itu, pergerakan dolar AS dan harga minyak akan terus menjadi sorotan karena keduanya memiliki dampak signifikan pada kondisi ekonomi global.
Kesimpulan, pasar saham global masih menghadapi ketidakpastian yang signifikan, dipengaruhi oleh perkembangan hubungan AS-Iran, pergerakan harga minyak, dan keputusan moneter dari bank sentral. Investasi yang bijak dan pemantauan terus-menerus terhadap berita dan data ekonomi menjadi kunci untuk navigasi pasar yang berfluktuasi ini.











