Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 24 Juni 2026 | Pasar saham Asia sedang mengalami tekanan, dengan Nikkei Index Jepang turun 0,4% dan Taiwan market mengalami penurunan 1,9%. Sementara itu, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,4% setelah sebelumnya mengalami kerugian. Kenaikan USD/JPY dan penurunan harga minyak Brent menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar.
USD/JPY sempat mencapai level tertinggi sejak 1986, yaitu 161,67. Hal ini memicu kekhawatiran akan intervensi valas oleh pemerintah Jepang. Sementara itu, harga minyak Brent turun lebih dari 1% dan berada di level terendah dalam empat bulan terakhir.
Indeks Nasdaq 100 juga mengalami penurunan 3,3% karena kerugian di sektor teknologi. Philadelphia Semiconductor Index turun 7,9% karena kekhawatiran akan peningkatan suku bunga dan dampaknya pada industri teknologi.
Di sisi lain, dolar AS mencapai level tertinggi dalam 13 bulan terakhir, yaitu 101,51. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan peningkatan suku bunga dan dampaknya pada pasar saham.
Kesimpulan, pergerakan pasar saham Asia dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan USD/JPY, penurunan harga minyak, dan kekhawatiran akan peningkatan suku bunga. Nikkei Index Jepang dan indeks lainnya mengalami penurunan, sementara dolar AS mencapai level tertinggi dalam 13 bulan terakhir.











