Ekonomi

Harga Emas Antam Naik, Sementara Harga Emas Dunia Turun: Penyebab dan Dampaknya

×

Harga Emas Antam Naik, Sementara Harga Emas Dunia Turun: Penyebab dan Dampaknya

Share this article
Harga Emas Antam Naik, Sementara Harga Emas Dunia Turun: Penyebab dan Dampaknya
Harga Emas Antam Naik, Sementara Harga Emas Dunia Turun: Penyebab dan Dampaknya

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 April 2026 | Pergerakan harga logam mulia di Indonesia menunjukkan pola yang kontradiktif pada minggu ini. Harga emas Antam melesat tajam, sementara harga emas dunia mencatat penurunan ke level terendah dalam sepekan. Kenaikan harga emas Antam dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan tingginya permintaan pasar fisik, sedangkan penurunan emas dunia dipengaruhi oleh penguatan dolar AS serta konflik AS‑Iran yang menekan sentimen investor.

Menurut data resmi Logam Mulia, pada Selasa, 21 April 2026, harga dasar harga emas Antam ditetapkan pada Rp2.880.000 per gram, naik Rp40.000 dari hari sebelumnya. Harga buyback Antam bahkan lebih agresif, naik Rp50.000 menjadi Rp2.690.000 per gram. Kenaikan ini memperlihatkan selisih (spread) yang semakin lebar, menandakan permintaan fisik yang kuat dan ekspektasi profit taking oleh investor yang memiliki emas dalam jangka panjang.

📖 Baca juga:
Chatarina Muliana: Dari Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Hingga Pimpin Pusat Pemulihan Aset Nasional

Secara global, harga emas spot pada hari yang sama tercatat turun 0,3% menjadi USD 4.818,03 per ons, sementara kontrak berjangka Juni melemah 0,8% menjadi USD 4.839,10 per ons. Penguatan dolar AS dan lonjakan harga minyak akibat ketegangan di Selat Hormuz menjadi faktor utama penurunan tersebut. Analis pasar menilai bahwa peningkatan risiko geopolitik dapat memicu dolar menguat lebih lanjut, sehingga emas kehilangan daya tariknya sebagai safe haven.

Fenomena perbedaan arah ini juga menimbulkan dinamika di pasar ritel Indonesia. Praktik jasa titip (jastip) emas Antam semakin marak, namun para pengamat memperingatkan risiko distorsi harga. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance, M Rizal Taufikurahman, menyoroti bahwa konsentrasi pembelian pada pelaku jastip dapat menyebabkan markup yang tidak mencerminkan fundamental. Hal ini berpotensi menimbulkan kelangkaan semu di butik resmi dan mendorong konsumen membayar harga di atas nilai wajar.

📖 Baca juga:
Innova Kembali Pimpin Pasar, Jaecoo J5 EV Siap Merebut Puncak Penjualan Mobil di Maret 2026

Berikut rangkuman harga harga emas Antam dan buyback pada 21 April 2026:

Jenis Harga Dasar (Rp/gram) Buyback (Rp/gram)
Emas Antam 2.880.000 2.690.000

Selain itu, regulasi perpajakan PPh 22 berlaku berbeda bagi pembeli dengan atau tanpa NPWP, dengan tarif efektif 0,25% untuk yang memiliki NPWP dan 0,9% untuk yang tidak. Pada transaksi buyback, tarif dapat mencapai 1,5% atau 3% tergantung kepemilikan NPWP dan nilai penjualan.

📖 Baca juga:
Film Action 2026 dengan Rating IMDb Tertinggi: 5 Rekomendasi Wajib Tonton Penuh Adrenalin

Kesimpulannya, perbedaan arah pergerakan harga emas Antam dan emas dunia mencerminkan interaksi kompleks antara faktor geopolitik, kebijakan moneter, serta dinamika pasar domestik seperti praktik jastip dan regulasi pajak. Investor yang ingin masuk pasar logam mulia harus memperhatikan kedua sisi pasar, menghindari keputusan berbasis FOMO, dan mempertimbangkan pembelian melalui kanal resmi untuk meminimalkan risiko overpaying.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *