Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 Juni 2026 | Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh sejumlah Tentara Nasional Indonesia (TNI) beberapa waktu lalu. Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, memberikan kabar terbaru soal Andrie Yunus. “Rawat jalan sih sekarang,” kata Dimas di Polda Metro Jaya, Rabu (17/6/2026).
Dimas mengatakan Andrie Yunus masih harus menjalani fisioterapi untuk mengembalikan fungsi motoriknya. Andrie, kata Dimas, sudah bisa melakukan senam ringan dan melakukan aktivitas ringan lainnya. “Jadi kemarin fisioterapi itu alhamdulillah prosesnya sudah berjalan baik, dia sudah mulai bisa melakukan gerakan-gerakan senam ringan, terus juga sudah mulai bisa aktivitas kayak mandi gitu ya, sudah bisa mandi sekarang,” terang Dimas.
“Terus sudah bisa makan tanpa disuapin karena tangannya itu kan setelah operasi itu kan ketarik ya ototnya. Jadi ada istilahnya itu kontraksi. Jadi hasil dari operasi di kulitnya itu, itu suatu waktu kalau misalnya enggak digerakkan, dia akan kaku gitu,” imbuh Dimas.
Sementara itu, kondisi mata Andrie Yunus masih harus mendapatkan perawatan intensif. Dimas mengungkapkan Andrie Yunus harus menjalani operasi akibat luka yang dideritanya. “Kalau matanya sendiri, itu belum ada tindak lanjut dari dokter, belum ada informasi. Tetapi kalau melihat keterangan tim dokter di bulan April, kemungkinan besar akan ada operasi empat bulan semenjak bulan April, berarti Agustus. Agustus akan ada operasi lanjutan soal mata kanannya,” jelas Dimas.
Dengan demikian, Andrie Yunus masih dalam proses pemulihan dan perawatan medis. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah, terutama dalam konteks hak asasi manusia dan perlindungan terhadap aktivis.











