Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Juni 2026 | Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter telah memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak orang yang merasa keberatan dengan kenaikan harga ini dan memilih beralih ke Pertalite sebagai alternatif. Alvin, warga Kota Semarang, Jawa Tengah, mengaku kaget dengan kenaikan harga Pertamax yang sangat tiba-tiba. "Kemarin harganya masih 12 ribu sekian, sekarang sudah naik, itu agak berlebihan pemerintah," katanya.
Alvin mengaku bahwa dia sudah menggunakan Pertamax untuk sepeda motornya sejak awal dan merasa bahwa Pertamax membuat kondisi dan tarikan mesinnya lebih halus. Namun, dengan kenaikan harga Pertamax, dia mempertimbangkan untuk beralih ke Pertalite. "Namun dengan kenaikan harga Pertamax sekarang, ke depannya mungkin saya turunkan saja ke Pertalite," kata Alvin.
Kenaikan harga Pertamax juga memicu kekhawatiran tentang dampaknya terhadap perekonomian dan kondisi sosial masyarakat. Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani meminta pemerintah dan Pertamina mengantisipasi dampak lanjutan kenaikan harga Pertamax. "Lonjakan harga tersebut berpotensi mendorong peralihan pengguna Pertamax ke BBM bersubsidi seperti Pertalite, sehingga dapat meningkatkan tekanan terhadap kuota subsidi energi dan memicu risiko gangguan pasokan," ujar Meitri.
Meitri meminta pemerintah memetakan dampak perubahan pola konsumsi BBM, memperkuat pengawasan distribusi melalui BPH Migas, serta memastikan stok dan penyaluran BBM bersubsidi tetap terjaga. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi yang jelas agar kenaikan harga Pertamax tidak berujung pada kelangkaan BBM subsidi dan tetap melindungi masyarakat yang berhak menerima subsidi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menghitung potensi tambahan anggaran subsidi akibat perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Purbaya berpendapat sebagian konsumen akan tetap bertahan di Pertamax untuk menjaga kondisi kesehatan kendaraan masing-masing. "Kami nggak hitung (potensi tambahan anggaran subsidi). Tapi begini, pasti ada beberapa persen yang pindah, cuma kan harusnya nggak semuanya pindah. Kenapa? Karena yang beli Pertamax tahu mobilnya cocok untuk Pertamax," ujar Purbaya.
Di Kota Ambon, Maluku, warga juga berebutan mengisi Pertalite di sejumlah SPBU usai kenaikan harga Pertamax. Masyarakat memilih beralih ke Pertalite karena harga yang lebih murah. Syarif Abdullah, salah seorang warga, mengaku bahwa dia sebelumnya selalu mengisi Pertamax untuk kendaraannya, namun setelah kenaikan harga, dia terpaksa beralih ke Pertalite. "Saya dari dulu pakai pertamax untuk mobil saya, tapi kenaikan harga kali ini sangat tinggi sekali dan jujur saja saya tidak mampu lagi jadi sekarang tukar dengan pertalite," ujarnya.
Kesimpulan, kenaikan harga Pertamax telah memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat dan memicu peralihan ke Pertalite. Pemerintah perlu mengantisipasi dampak lanjutan dan menyiapkan langkah mitigasi yang jelas agar kenaikan harga Pertamax tidak berujung pada kelangkaan BBM subsidi dan tetap melindungi masyarakat yang berhak menerima subsidi.











