Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 03 Juni 2026 | Tim Nasional Jepang datang dengan target yang lebih ambisius di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, yaitu melangkah lebih jauh daripada sekadar babak 16 besar. Di bawah kepemimpinan pelatih Hajime Moriyasu, Samurai Biru memasuki turnamen dengan status sebagai salah satu tim Asia paling kuat sepanjang sejarah.
Moriyasu berhasil membangun skuad yang memadukan pengalaman, kedisiplinan taktik, dan kualitas individu yang mumpuni. Fondasi tim yang dibangunnya mulai terlihat saat Jepang mengejutkan dunia dengan mengalahkan Jerman dan Spanyol pada Piala Dunia 2022. Empat tahun berselang, kekuatan Jepang semakin matang.
Sebagian besar pemain inti kini menjadi andalan klub-klub Eropa. Mereka tidak hanya berstatus pemain pelengkap, melainkan tampil reguler di kompetisi dengan level tertinggi. Kondisi tersebut membuat Jepang memiliki pengalaman bertanding yang tidak kalah dibanding banyak negara dari Eropa maupun Amerika Selatan.
Sosok sentral di dalam tim adalah Wataru Endo. Gelandang bertahan yang memperkuat Liverpool itu menjadi pemimpin di lapangan sekaligus penyeimbang permainan. Kemampuannya membaca permainan dan memutus serangan lawan membuat Jepang memiliki fondasi kokoh di lini tengah.
Di sektor kreatif, perhatian tertuju kepada Takefusa Kubo. Pemain milik Real Sociedad tersebut berkembang menjadi salah satu talenta terbaik Asia. Kecepatan, visi bermain, dan kemampuan menggiring bola menjadikannya ancaman utama bagi pertahanan lawan. Bersama Daichi Kamada dan Ritsu Doan, Kubo diharapkan mampu menjadi motor serangan Samurai Biru.
Sementara itu, lini depan Jepang menawarkan variasi yang menarik. Kecepatan Daizen Maeda, ketajaman Ayase Ueda, serta kreativitas Keito Nakamura memberi Moriyasu banyak pilihan dalam merancang strategi. Jepang tidak lagi bergantung pada satu penyerang utama, melainkan mengandalkan kolektivitas dan mobilitas tinggi.
Di bawah mistar, kemunculan Zion Suzuki menjadi kabar menggembirakan. Penjaga gawang muda yang bermain di Italia itu digadang-gadang sebagai penerus generasi kiper Jepang sebelumnya. Refleks cepat dan keberaniannya dalam mengantisipasi bola-bola udara membuat sektor pertahanan Jepang semakin solid.
Japan akan menghadapi tantangan yang berat di Piala Dunia 2026, terutama di grup F yang diisi oleh Belanda, Tunisia, dan Swedia. Namun, dengan kekuatan dan semangat yang dimiliki, Jepang yakin dapat melangkah lebih jauh dan menciptakan sejarah baru.











