Uncategorized

Kontroversi Piala Dunia 2026: Infantino Dikritik karena Perluasan Kompetisi

×

Kontroversi Piala Dunia 2026: Infantino Dikritik karena Perluasan Kompetisi

Share this article
Kontroversi Piala Dunia 2026: Infantino Dikritik karena Perluasan Kompetisi
Kontroversi Piala Dunia 2026: Infantino Dikritik karena Perluasan Kompetisi

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 baru saja usai, tetapi kontroversi seputar turnamen tersebut masih terus bergulir. Presiden FIFA, Gianni Infantino, dikritik oleh banyak pihak karena keputusannya untuk memperluas kompetisi Piala Dunia. La Liga boss, Javier Tebas, bahkan meminta Infantino untuk mengundurkan diri karena dianggap “menghancurkan industri sepak bola”.

Tebas menyatakan bahwa perluasan Piala Dunia menjadi 64 tim tidak masuk akal dan hanya akan memperburuk keadaan. Ia juga mengkritik keputusan Infantino untuk memperkenalkan istirahat hidrasi selama pertandingan, yang dianggap tidak perlu. Selain itu, Tebas juga mempertanyakan keputusan FIFA untuk memperpanjang waktu istirahat di pertandingan final menjadi 27 menit.

📖 Baca juga:
Albania vs Luxembourg: Danel Sinani Pemain Kunci Kemenangan Luxembourg

Infantino sendiri belum memberikan respons atas kritik tersebut. Namun, ia telah mengumumkan rencana untuk memperluas Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim, yang dianggap akan meningkatkan pendapatan dan popularitas turnamen.

📖 Baca juga:
AS Bersiap Menghadapi Paraguay di Piala Dunia 2026

Sementara itu, mantan presiden FIFA, Sepp Blatter, juga ikut mengkritik keputusan Infantino. Blatter menyatakan bahwa Piala Dunia telah kehilangan kredibilitasnya karena campur tangan politik dalam pertandingan. Ia juga meminta fans, pemain, dan asosiasi nasional untuk “merebut kembali sepak bola” dan mengembalikan turnamen ke akar-akarnya.

📖 Baca juga:
Lamine Yamal Jadi Korban Percobaan Pencurian Setelah Kemenangan Spanyol di Piala Dunia

Kontroversi seputar Piala Dunia 2026 ini menunjukkan bahwa masih banyak masalah yang perlu diatasi dalam dunia sepak bola. Diperlukan perubahan signifikan untuk mengembalikan turnamen ini ke jalur yang benar dan memastikan bahwa sepak bola tetap menjadi olahraga yang dicintai oleh masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *