Ekonomi

Jakarta Islamic Index Mengalami Perubahan Besar, Saham Baru Masuk dan Keluar

×

Jakarta Islamic Index Mengalami Perubahan Besar, Saham Baru Masuk dan Keluar

Share this article
Jakarta Islamic Index Mengalami Perubahan Besar, Saham Baru Masuk dan Keluar
Jakarta Islamic Index Mengalami Perubahan Besar, Saham Baru Masuk dan Keluar

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 30 Mei 2026 | Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perombakan besar terhadap sejumlah indeks saham pada evaluasi Mei 2026. Perubahan tersebut tidak hanya menyasar indeks syariah seperti Jakarta Islamic Index (JII), JII70, dan Indonesia Sharia Stock Index (ISSI), tetapi juga indeks tematik dan ESG seperti SRI-KEHATI, ESGSKEHATI, ESGQKEHATI, IDXVESTA28, ECONOMIC30, hingga IDXMESBUMN.

Evaluasi ini berlaku efektif mulai 2 Juni 2026 dan menjadi sorotan pelaku pasar karena memengaruhi aliran dana investasi berbasis indeks dan reksa dana pasif. Fokus utama pasar tertuju pada perubahan komposisi Jakarta Islamic Index (JII) setelah BEI memasukkan tujuh saham baru dan mengeluarkan tujuh saham lain, termasuk sejumlah saham blue chip.

📖 Baca juga:
KRL Duri-Tangerang Alami Gangguan, Penumpang Mengalami Detik-Detik Mencekam

Tujuh saham baru yang masuk ke JII meliputi beberapa perusahaan yang memenuhi kriteria syariah. Sementara itu, saham yang keluar dari JII adalah beberapa perusahaan yang tidak lagi memenuhi kriteria Daftar Efek Syariah (DES). BEI menetapkan saham syariah wajib memenuhi sejumlah ketentuan, antara lain kegiatan usaha yang sesuai prinsip syariah, rasio utang berbunga terhadap aset maksimal 45%, serta pendapatan non-halal tidak melebihi 10% dari total pendapatan perusahaan.

Perubahan besar ini menunjukkan pengetatan seleksi saham syariah di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap kualitas fundamental dan kepatuhan syariah emiten. Di lain pihak, Jakarta juga mencatat kenaikan 10 peringkat dalam indeks kota layak huni global berkat pembangunan dan pajak daerah. Dalam laporan Global Liveability Index 2025 yang dirilis Economist Intelligence Unit (EIU), Jakarta berhasil menempati posisi ke-132 dari 173 kota global.

📖 Baca juga:
Viral! Prajurit TNI Terlibat Rusak Warung di Kemayoran, Kematian Misterius di Kapal Perang, dan Skandal Penculikan Bank Mengguncang Publik

Capaian tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat ibu kota karena Jakarta naik 10 peringkat dibandingkan tahun lalu yang berada di posisi ke-142. Peningkatan ini menunjukkan bahwa berbagai upaya pembangunan dan pembenahan layanan publik di Jakarta mulai memberikan hasil yang semakin nyata bagi masyarakat.

Global Liveability Index merupakan survei tahunan yang menilai kelayakan hidup kota-kota di dunia berdasarkan lima kategori utama, yakni stabilitas, layanan kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, serta infrastruktur. Dalam penilaian tahun 2025, Jakarta memperoleh skor 62,9 dari 100, naik 2,5 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

📖 Baca juga:
Buyback AADI Rp5 Triliun: Langkah Besar Adaro Andalan Indonesia Naikkan Nilai Saham

Dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, hingga pembenahan lingkungan. Hasilnya, Jakarta kini menjadi salah satu kota yang paling layak huni di Asia Tenggara.

Kesimpulan dari perubahan besar dalam Jakarta Islamic Index dan kenaikan peringkat Jakarta dalam indeks kota layak huni global adalah bahwa Jakarta terus berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya dan meningkatkan daya saing dalam kancah global. Dengan demikian, diharapkan Jakarta dapat menjadi salah satu kota yang paling diminati oleh investor dan masyarakat di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *