Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 Mei 2026 | Investor global masih mempercayai Amerika Serikat sebagai negara yang paling menjanjikan untuk penanaman modal asing langsung atau foreign direct investment (FDI) pada 2026. Hal ini berdasarkan hasil survei Foreign Direct Investment Confidence Index 2026 yang dirilis perusahaan konsultan Kearney.
Survei tersebut melibatkan 507 eksekutif senior yang menyatakan bahwa Amerika Serikat masih menjadi negara yang paling dipercaya untuk investasi. Selain Amerika Serikat, Kanada dan Jepang juga berada di posisi teratas sebagai negara yang paling dipercaya investor.
Negara-negara Teluk mulai muncul sebagai pusat investasi baru dunia. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) berhasil masuk dalam 10 besar negara yang paling dipercaya investor berkat investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI), logistik, dan diversifikasi industri.
Arab Saudi menunjukkan kenaikan signifikan dalam daftar negara yang paling dipercaya investor. Negara itu baru masuk 25 besar pada 2023 sebelum kini menembus 10 besar pada 2026. Kenaikan tersebut didorong ambisi Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor minyak dan gas.
Pemerintah Arab Saudi menargetkan investasi asing langsung sebesar 100 miliar dollar AS per tahun pada 2030. Selain itu, Amazon Web Services (AWS) disebut berencana menginvestasikan 5,3 miliar dollar AS untuk memperluas infrastruktur pusat data di Arab Saudi hingga 2026.
Sementara itu, Kanada kini menjadi negara kedua yang paling dipercaya investor global. Posisi tersebut ditopang sumber daya alam melimpah, stabilitas politik, dan peningkatan investasi infrastruktur AI.
Di sisi lain, harga emas dunia diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan peluang rebound jangka pendek di tengah tekanan bearish yang masih membayangi pasar. Pasangan XAU/USD mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan sementara.
Secara teknikal, analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menyatakan bahwa pergerakan XAU/USD pada timeframe daily masih memperlihatkan peluang pembentukan secondary trend atau tren kenaikan sementara setelah sebelumnya mengalami tekanan jual cukup agresif pada awal perdagangan.
Kesimpulan dari survei dan analisis tersebut adalah bahwa investor global masih mempercayai Amerika Serikat sebagai negara yang paling menjanjikan untuk investasi, sementara negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan UEA mulai muncul sebagai pusat investasi baru dunia. Harga emas dunia diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan peluang rebound jangka pendek.











