Ekonomi

Harga Sawit Anjlok, Petani Menghadapi Tantangan Baru

×

Harga Sawit Anjlok, Petani Menghadapi Tantangan Baru

Share this article
Harga Sawit Anjlok, Petani Menghadapi Tantangan Baru
Harga Sawit Anjlok, Petani Menghadapi Tantangan Baru

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 Mei 2026 | Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit telah mengalami penurunan signifikan setelah pemerintah mengumumkan rencana penataan tata kelola ekspor komoditas strategis. Empat asosiasi petani kelapa sawit nasional, yaitu Apkasindo, Samade, SPKSI, dan Aspekpir, menyuarakan kekhawatiran atas dampak kebijakan ini terhadap harga sawit di tingkat petani.

Menurut Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Manurung, penurunan harga TBS mencapai Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram di berbagai provinsi. Ia menilai penurunan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan koreksi harga CPO di pasar. Gulat juga menyebutkan bahwa kepanikan mulai terjadi di kalangan petani sawit karena penurunan harga tersebut berdampak langsung terhadap daya beli dan kemampuan petani dalam menjaga produktivitas kebun.

Sementara itu, Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC) memperkirakan harga minyak sawit mentah (CPO) akan tetap bertahan kuat sepanjang Juni 2026. MPOC menilai tekanan yang sebelumnya terjadi di pasar minyak nabati lebih dipicu aksi ambil untung pelaku pasar dan dana spekulatif, bukan karena perubahan fundamental pasokan. MPOC juga menyebutkan bahwa ketidakpastian geopolitik dan ancaman gangguan cuaca masih menjadi faktor utama yang menopang pasar minyak nabati dunia dalam beberapa bulan ke depan.

Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan bahwa pemerintah akan memperbaiki tata kelola ekspor komoditas strategis, termasuk kelapa sawit. Namun, petani sawit khawatir bahwa kebijakan ini akan membuat harga TBS turun lebih dalam. Oleh karena itu, empat asosiasi petani sawit itu meminta pemerintah memastikan stabilitas harga TBS di tingkat petani tetap terjaga.

Di tengah ancaman pasokan tersebut, posisi minyak sawit dinilai semakin kompetitif dibanding minyak nabati lain. Penguatan sektor biofuel di Amerika Serikat mendorong kenaikan harga minyak kedelai di pasar Eropa hingga mencapai level tertinggi sejak November 2022. Kenaikan tersebut membuat minyak kedelai diperdagangkan dengan premi sekitar US$110 per ton dibanding minyak sawit, sekaligus memperkuat posisi sawit sebagai minyak nabati paling ekonomis di sejumlah pasar utama.

Kesimpulan, harga sawit saat ini menghadapi tantangan baru setelah pemerintah mengumumkan rencana penataan tata kelola ekspor komoditas strategis. Petani sawit khawatir bahwa kebijakan ini akan membuat harga TBS turun lebih dalam. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan stabilitas harga TBS di tingkat petani tetap terjaga agar petani sawit dapat terus menjaga produktivitas kebun dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *