Ekonomi

Ledakan Tambang Batu Bara di Tiongkok dan Dampaknya pada Ekspor Batu Bara Indonesia

×

Ledakan Tambang Batu Bara di Tiongkok dan Dampaknya pada Ekspor Batu Bara Indonesia

Share this article
Ledakan Tambang Batu Bara di Tiongkok dan Dampaknya pada Ekspor Batu Bara Indonesia
Ledakan Tambang Batu Bara di Tiongkok dan Dampaknya pada Ekspor Batu Bara Indonesia

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 23 Mei 2026 | Sedikitnya delapan orang tewas dan 38 lainnya masih terjebak di bawah tanah setelah ledakan gas terjadi di sebuah tambang batu bara di Provinsi Shanxi, Tiongkok timur laut, pada Jumat malam. Ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 waktu setempat ketika 247 pekerja berada di bawah tanah. Sebanyak 201 pekerja berhasil dievakuasi hingga pukul 06.00 pagi waktu setempat.

Sementara itu, pemerintah Indonesia telah mengumumkan kebijakan ekspor satu pintu batu bara melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan ini memicu tekanan pada mayoritas saham emiten batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI) karena dinilai meningkatkan ketidakpastian bisnis dan berpotensi menekan margin perusahaan tambang batu bara dalam jangka pendek hingga menengah.

📖 Baca juga:
Adaro Siapkan Dana Rp5 Triliun untuk Buyback Saham, Langkah Besar Jaga Likuiditas dan Nilai Perusahaan

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyatakan bahwa pemerintah telah memiliki instrumen pengawasan harga batu bara melalui kewajiban penggunaan Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk transaksi ekspor sejak awal Maret 2025. Dengan mekanisme tersebut, harga ekspor batu bara Indonesia sudah mengacu pada harga referensi resmi sehingga ruang penjualan di bawah harga pasar dan potensi kebocoran royalti makin sempit.

Yusuf juga menilai bahwa Indonesia memang memiliki posisi dominan sebagai eksportir batu bara global dengan produksi mendekati 800 juta ton per tahun dan sekitar dua pertiganya diekspor. Namun, kondisi pasar global saat ini dinilai tidak mendukung terciptanya penguatan harga yang signifikan. Permintaan dari dua pasar utama Indonesia, yakni China dan India, tengah mengalami perubahan struktural seiring peningkatan produksi batu bara domestik kedua negara tersebut.

📖 Baca juga:
Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius: Apa Penyebab, Gejala, dan Ancaman Kematian?

Di sisi lain, analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai bahwa pasar akan merespons negatif kebijakan tersebut, namun hanya dalam jangka pendek. Abida juga menyarankan kepada investor untuk fokus pada emiten dengan cost structure rendah yang tetap kompetitif meski ada biaya tambahan Danantara.

Kesimpulan dari kejadian ledakan tambang batu bara di Tiongkok dan kebijakan ekspor satu pintu batu bara di Indonesia adalah bahwa kedua peristiwa tersebut memiliki dampak yang signifikan pada industri batu bara. Ledakan tambang batu bara di Tiongkok menimbulkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan, sementara kebijakan ekspor satu pintu batu bara di Indonesia berpotensi menekan margin perusahaan tambang batu bara dan meningkatkan ketidakpastian bisnis.

📖 Baca juga:
5 Film Action Barat yang Bakal Mengguncang Bioskop Indonesia di Mei 2026, Termasuk Mortal Kombat 2!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *