Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 Mei 2026 | Rupiah telah melemah hingga mendekati level 17.400 per dolar AS, salah satu titik terlemah dalam beberapa dekade terakhir. Sebagai respons, Bank Indonesia mengumumkan berbagai langkah intervensi untuk menstabilkan nilai tukar dan menjaga ketenangan pasar.
Pergerakan mata uang hampir tidak pernah bekerja sesederhana itu. Biasanya tekanan muncul perlahan dari berbagai arah, seperti retakan kecil di bawah permukaan jalan yang lama tidak terlihat sampai akhirnya mulai terasa di permukaan.
Untuk memahami kondisi saat ini, kita perlu mundur sedikit ke periode setelah lonjakan inflasi global pascapandemi. Sepanjang 2024 hingga sebagian besar 2025, Federal Reserve Amerika Serikat mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk mengendalikan inflasi.
Kebijakan itu ternyata berdampak jauh melampaui ekonomi Amerika sendiri. Ketika suku bunga AS tinggi, investor global cenderung memindahkan dana mereka ke aset berbasis dolar karena dianggap lebih aman sekaligus memberikan imbal hasil yang lebih menarik.
Dalam kondisi seperti itu, mata uang negara berkembang biasanya mulai tertekan. Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalaminya. Sejumlah mata uang di Asia juga melemah karena arus modal global perlahan bergerak menuju dolar AS.
Mengapa hal ini sangat penting? Karena nilai mata uang pada akhirnya sangat dipengaruhi oleh kepercayaan dan pergerakan modal. Bayangkan sebuah pusat perbelanjaan yang tiba-tiba dipenuhi rumor adanya asap di salah satu sudut gedung.
Bahwa Indonesia tengah mempersiapkan proses untuk menjadi bagian dari New Development Bank (NDB), bank pembangunan yang dibentuk negara-negara BRICS untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan kerja sama negara berkembang.
Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada 20 Mei. Langkah ini diambil setelah rupiah terus tertekan dan sempat menyentuh Rp17.701 per dolar AS, level terlemah sepanjang sejarah, pada awal pekan ini.
Sepanjang tahun ini, rupiah juga menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia. Hal ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah semakin besar.
Kesimpulan: Rupiah telah melemah hingga mendekati level 17.400 per dolar AS, salah satu titik terlemah dalam beberapa dekade terakhir. Bank Indonesia telah mengambil langkah intervensi untuk menstabilkan nilai tukar dan menjaga ketenangan pasar.











