Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 12 Agustus 2026 | Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih berlangsung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kebakaran telah menghanguskan lahan seluas 889 hektare.
Menurut Kepala BNPB, Suharyanto, proses pemadaman di Probolinggo terkendala medan curam, minimnya sumber air, serta kondisi cuaca yang belum mendukung. Namun, upaya pemadaman diperluas dengan mengandalkan pasokan air dari Danau Ranu Pani.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau langsung penanganan kebakaran di Gunung Bromo. Ia menyatakan bahwa dari sebelumnya tercatat sebanyak 34 titik api, saat ini tersisa dua titik api yang masih harus segera dipadamkan.
BNPB menargetkan pemadaman selesai hari Jumat dan menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca berdasarkan prakiraan BMKG. Diperkirakan bahwa cuaca akan memungkinkan pemerintah untuk menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca pada pertengahan Agustus.
Upaya pemadaman kebakaran di Gunung Bromo melibatkan ratusan petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BNPB. Masyarakat sekitar juga terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran.
Kondisi kebakaran di Gunung Bromo masih dinantikan perkembangannya. Namun, dengan upaya pemadaman yang diperluas dan dukungan dari masyarakat, diharapkan kebakaran dapat segera dipadamkan dan kerusakan dapat diminimalkan.
Sampai saat ini, kebakaran di Gunung Bromo telah berlangsung selama 10 hari. Kebakaran tersebut telah menyebabkan kerusakan lahan yang luas dan berdampak pada lingkungan sekitar.











