Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 21 Mei 2026 | Hujan deras telah menjadi fenomena yang biasa terjadi di banyak wilayah. Namun, di balik guyuran air yang sejuk, terdapat beberapa bahaya yang perlu diwaspadai. Mulai dari risiko kecelakaan lalu lintas, penyebaran penyakit, hingga bahaya hanyutnya korban kecil.
Menyetir mobil saat hujan deras dapat membuat pengemudi merasa ngantuk. Suara rintik hujan yang konstan dapat memicu produksi hormon melatonin, sehingga membuat tubuh merasa lelah dan mengantuk. Selain itu, cahaya redup dan tekanan udara rendah saat hujan juga dapat mempengaruhi kondisi tubuh.
Musim hujan juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit yang ditularkan oleh tikus. Saat hujan deras, tikus akan berpindah ke area yang lebih kering, sehingga meningkatkan kontak dengan manusia. Penyakit leptospirosis adalah salah satu yang paling umum terjadi saat musim hujan.
Baru-baru ini, seorang bocah berusia 7 tahun ditemukan tewas setelah hanyut dalam drainase di Jambi saat mandi hujan. Kejadian ini menjadi peringatan bagi orang tua untuk lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat cuaca ekstrem dan hujan deras.
BMKG juga telah mengeluarkan peringatan cuaca untuk beberapa wilayah, termasuk Jakarta. Hujan ringan hingga sedang diprediksi akan terjadi di beberapa wilayah, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap membawa perlengkapan hujan saat beraktivitas di luar ruangan.
Dalam menghadapi musim hujan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Dengan memahami bahaya yang mungkin terjadi, kita dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghindari risiko dan menjaga keselamatan.











