Bencana Alam

Gunung Slamet Memanas hingga 478°C, BPBD Banyumas Siaga Potensi Erupsi Besar

×

Gunung Slamet Memanas hingga 478°C, BPBD Banyumas Siaga Potensi Erupsi Besar

Share this article
Gunung Slamet Memanas hingga 478°C, BPBD Banyumas Siaga Potensi Erupsi Besar
Gunung Slamet Memanas hingga 478°C, BPBD Banyumas Siaga Potensi Erupsi Besar

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 21 April 2026 | Gunung Slamet kembali menjadi sorotan utama di Jawa Tengah setelah suhu kawahnya naik drastis menjadi 478 derajat Celsius pada 18 April 2026. Peningkatan suhu ini menandai tren kebalikan dari penurunan yang terjadi beberapa hari sebelumnya, menimbulkan kekhawatiran akan potensi erupsi yang dapat memengaruhi ribuan penduduk di sekitarnya.

Pengukuran suhu dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Data terbaru menunjukkan lonjakan suhu dari 461°C ke 478°C dalam waktu singkat, menandakan intensifikasi aktivitas termal di dalam kawah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menyatakan bahwa timnya terus memantau perkembangan vulkanik, khususnya kenaikan suhu kawah dan indikator lain. “Kami meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, meskipun wilayah selatan Banyumas masih relatif aman,” ujar Dwi dalam konferensi pers di Purwokerto.

Untuk menyelaraskan respons, BPBD bersama Badan Geologi serta BPBD kabupaten sekitar – Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes – berencana menggelar rapat koordinasi pada 23 April 2026 di Purwokerto. Rapat tersebut akan membahas langkah-langkah kesiapsiagaan, penguatan mitigasi, serta penetapan zona evakuasi jika aktivitas Gunung Slamet terus meningkat.

Secara geografis, wilayah selatan Banyumas berada di sisi lereng yang lebih rendah risiko dibandingkan lereng utara yang lebih dekat dengan kawah. Namun, Dwi menekankan pentingnya masyarakat tetap waspada, mengikuti informasi resmi, dan tidak lengah. Aktivitas wisata di kawasan Baturraden masih dianggap aman karena lokasinya jauh dari zona bahaya.

PVMBG pada 4 April 2026 memperluas batas aman di sekitar puncak Gunung Slamet dari dua kilometer menjadi tiga kilometer, sejalan dengan peningkatan status gunung menjadi Waspada (Level II) sejak 19 Oktober 2023. Analisis citra termal menunjukkan suhu kawah meningkat dari 247,4°C pada September 2024 menjadi 463°C pada awal April 2026, disertai meluasnya anomali panas melingkar di dinding kawah.

Selain ancaman vulkanik, laporan Walhi menggarisbawahi dampak lingkungan di lereng Gunung Slamet, termasuk banjir lumpur dan indikasi deforestasi yang memperparah risiko longsor. Penebangan liar dan aktivitas tambang diduga menjadi pemicu utama, menambah beban pada upaya mitigasi bencana alam.

  • Penguatan jaringan pemantauan suhu dan gas vulkanik di pos PGA.
  • Penyuluhan publik tentang jalur evakuasi dan prosedur darurat.
  • Peningkatan kesiapan tim SAR dan logistik di daerah rawan.
  • Koordinasi lintas sektoral dengan Badan Geologi, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP.
  • Penegakan hukum terhadap penebangan liar dan tambang ilegal di lereng.

Dengan suhu kawah Gunung Slamet yang terus menghangat, otoritas daerah berkomitmen menjaga keamanan warga melalui koordinasi intensif, edukasi publik, dan penegakan regulasi lingkungan. Kesiapsiagaan yang terstruktur diharapkan dapat mencegah dampak yang lebih luas jika gunung kembali menunjukkan tanda-tanda erupsi signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *