Bencana Alam

CCTV Palembang Ungkap Banjir Mengguncang Kota: Jalanan Tergenang, Lalu Lintas Macet Parah

×

CCTV Palembang Ungkap Banjir Mengguncang Kota: Jalanan Tergenang, Lalu Lintas Macet Parah

Share this article
CCTV Palembang Ungkap Banjir Mengguncang Kota: Jalanan Tergenang, Lalu Lintas Macet Parah
CCTV Palembang Ungkap Banjir Mengguncang Kota: Jalanan Tergenang, Lalu Lintas Macet Parah

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 22 April 2026 | Pada sore hari Selasa, 21 April 2026, hujan deras melanda Palembang, Sumatera Selatan, mengakibatkan sejumlah ruas jalan utama terendam air. Kejadian ini terekam jelas melalui jaringan CCTV Palembang milik Pemerintah Kota, yang menampilkan pemandangan genangan air menghalangi arus kendaraan serta upaya darurat petugas dalam menyedot air.

Beberapa titik yang terdampak antara lain kawasan Demang Lebar Daun, Simpang Polda, Simpang Celentang, Angkatan 66, Angkatan 45, Kambang Iwak, MP Mangkunegara, Dempo, hingga Jalan Kol. H. Barlian. Pada CCTV Palembang, tampak aliran air yang mulai menggenang sejak pukul 16.30 WIB, menimbulkan kepanikan di antara pengendara motor dan mobil.

📖 Baca juga:
Krisis Bahan Bakar Mengguncang Penerbangan Asia dan Eropa: Thai Vietjet Tangguhkan Rute, Uni Eropa Siapkan Kontinjensi

Pengendara motor menjadi korban utama. Belasan kendaraan roda dua dilaporkan mogok setelah mencoba menembus genangan yang ternyata lebih dalam dari perkiraan. Rendi, seorang pengendara di Simpang Celentang, mengaku, “Nekat terobos saya kira nggak dalam, motor saya langsung mati. Mau nggak mau didorong dulu sampai ke tempat yang lebih tinggi.” Sementara pengendara lain, Hilman, memilih memutar balik demi menghindari bahaya, sambil menunggu air surut.

Selain dampak pada kendaraan pribadi, arus lalu lintas di jalan protokol utama melambat drastis. Kendaraan harus beralih ke jalur yang lebih tinggi atau menunggu giliran, sehingga menimbulkan kemacetan yang merambah hingga area permukiman sekitar. Rekaman CCTV Palembang menampilkan antrean panjang mobil pribadi dan bus yang terpaksa menunggu giliran untuk melintasi genangan.

Pihak Pemkot Palembang segera mengerahkan tim penyedot air di lokasi-lokasi kritis. Seorang petugas bernama Nina menjelaskan, “Penyebab utama banjir hari ini adalah curah hujan tinggi yang terjadi dalam waktu cukup lama, ditambah dengan kondisi drainase yang belum mampu menampung debit air secara maksimal.” Tim penyedot air berhasil mengurangi kedalaman genangan di beberapa titik, namun masih banyak area yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

📖 Baca juga:
Panduan Lengkap Cara Cek Nilai TKA, Pajak Kendaraan, PIP, Bansos dan Fakta Hoax Netanyahu

Penggunaan CCTV Palembang tidak hanya berfungsi sebagai alat pengawas, namun juga menjadi sumber data penting bagi pihak berwenang dalam mengkoordinasikan respons darurat. Melalui rekaman video, petugas dapat mengidentifikasi lokasi paling rawan, menilai tingkat keparahan genangan, serta menentukan prioritas penyedotan air.

Warga yang terjebak di area terdampak juga diminta untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas. Salah satu warga, Wawan, mengisahkan pengalamannya, “Tadi kira nggak dalam, ternyata air genangannya sampai ke knalpot motor. Jadi sempat kemasukan dan mogok.” Ia menambahkan, “Kalau ada informasi real-time dari CCTV, pasti kami bisa menghindari titik tersebut lebih awal.”

Menurut data yang dikumpulkan dari rekaman CCTV Palembang, rata-rata kedalaman air di Simpang Celentang mencapai 30 cm, sedangkan di Jalan Kol. H. Barlian tercatat mencapai lebih dari 50 cm. Kedalaman tersebut cukup untuk menenggelamkan mesin kendaraan bermotor, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

📖 Baca juga:
Pulau Sebatik: Titik Strategis Transportasi, Ekonomi, dan Dampak Demo Kaltim 2026
  • Lokasi terdampak utama: Demang Lebar Daun, Simpang Polda, Simpang Celentang, Angkatan 66, Angkatan 45, Kambang Iwak, MP Mangkunegara, Dempo, Jalan Kol. H. Barlian.
  • Kedalaman genangan tertinggi: >50 cm di Jalan Kol. H. Barlian.
  • Waktu puncak hujan: 16.30‑18.00 WIB.
  • Respons pemkot: Tim penyedot air, peringatan melalui media sosial, dan pemantauan CCTV Palembang.

Para ahli menilai bahwa kejadian serupa dapat diminimalisir dengan peningkatan kapasitas drainase serta integrasi sistem pemantauan berbasis video yang lebih luas. Pengalaman kali ini menjadi pelajaran bagi pemerintah kota untuk memperkuat infrastruktur serta mempercepat respon darurat berbasis teknologi.

Dengan mengandalkan jaringan CCTV Palembang, masyarakat dapat memperoleh informasi real-time mengenai kondisi jalan, sehingga membantu mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di tengah cuaca ekstrem. Upaya perbaikan drainase dan penambahan titik pemantauan video diharapkan menjadi bagian penting dalam strategi mitigasi bencana di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *