OLAHRAGA

Veda Ega Pratama Guncang Moto3 Jerez 2026: Dari Start P17 ke Finis P6 dengan Strategi Ban Berani

×

Veda Ega Pratama Guncang Moto3 Jerez 2026: Dari Start P17 ke Finis P6 dengan Strategi Ban Berani

Share this article
Veda Ega Pratama Guncang Moto3 Jerez 2026: Dari Start P17 ke Finis P6 dengan Strategi Ban Berani
Veda Ega Pratama Guncang Moto3 Jerez 2026: Dari Start P17 ke Finis P6 dengan Strategi Ban Berani

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 April 2026 | Veda Ega Pratama menorehkan salah satu penampilan paling mengesankan di ajang Moto3 Jerez 2026 setelah memulai balapan dari barisan ke-17 dan menutup perlombaan di posisi keenam. Keberhasilan ini tidak hanya menambah poin penting bagi klasemen, tetapi juga menegaskan kualitasnya sebagai rider muda paling menonjol dari Honda Team Asia.

Musim Moto3 2026 memang telah menunjukkan persaingan yang ketat, dengan beberapa pembalap menguasai puncak klasemen sejak awal. Veda, yang baru berusia 17 tahun, sebelumnya telah mencatatkan podium pada Red Bull Rookies Cup dan menorehkan performa solid di seri-seri sebelumnya, namun ia masih harus menembus zona poin secara konsisten. Seri Jerez menjadi titik balik penting bagi sang rookie.

📖 Baca juga:
Reformasi Besar Kejaksaan: 14 Kepala Kajati Berganti, Riono Budisantoso Pimpin Bangka Belitung

Pada sesi kualifikasi di hari Sabtu, Veda mengalami insiden high side yang mengakibatkan posisi startnya terjungkal ke P17. Meskipun sempat menempati posisi menjanjikan di sesi Q1, kecelakaan tersebut memaksa timnya untuk mengulang strategi. Keputusan berani di pit lane muncul ketika mayoritas kompetitor memilih kombinasi ban medium‑medium (SC2‑SC2), sedangkan Honda Team Asia mengoptimasikan kombinasi medium‑soft (SC2‑SC1).

Strategi ban medium‑soft memberikan keunggulan traksi pada sisi belakang motor Honda NSF250RW, memungkinkan Veda menekan lawan sejak awal lintasan kering Jerez. Kombinasi ini telah diuji dalam sesi latihan resmi Moto3 2026, dimana Veda berhasil menilai performa optimal antara kecepatan lurus dan stabilitas di tikungan teknis.

Balapan dimulai dengan start yang agresif. Veda berhasil menembus lima posisi dalam satu putaran pertama, menembus zona top‑10 pada lap kedua. Pada lap ke‑12, ia sudah berada di grup ketiga bersama Alvaro Carpe dan Valentin Perrone, memperlihatkan kemampuan overtaking yang konsisten. Puncak aksi terjadi pada lap ke‑15 ketika Veda memimpin rombongan tengah dan menembus posisi kelima, meski masih tertinggal beberapa detik dari barisan depan yang dipimpin Maximo Quiles.

📖 Baca juga:
Fakta Mengejutkan: Kru Kapal Gamsunoro Tak Seluruhnya Warga India, Ini Penjelasannya

Di barisan depan, Maximo Quiles mempertahankan dominasi dengan menyalip David Munoz dan mengendalikan kecepatan keseluruhan balapan. Sementara itu, Veda terus menekan dari belakang, naik kembali ke posisi enam pada akhir balapan setelah berhasil melewati Alvaro Carpe di lintasan akhir. Kecepatan konstan pada ban soft belakang menjadi faktor utama yang memungkinkan ia menutup jarak dengan pembalap terdepan.

Dengan finis P6, Veda menambah 10 poin ke totalnya, menjadikannya mengoleksi 37 poin dan menempati peringkat keenam klasemen sementara. Selisih 53 poin masih memisahkannya dari pemimpin Maximo Quiles, namun penampilan ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan seri sebelumnya, di mana ia sering terjebak di luar zona poin.

Prestasi ini juga mengukuhkan status Veda sebagai rookie terbaik di musim ini. Pengalaman sebelumnya di Red Bull Rookies Cup pada tahun 2024‑2025 di sirkuit yang sama memberikan keunggulan taktik pada tikungan‑tikungan teknis Jerez. Kemampuan beradaptasi dengan cepat serta keputusan strategis tim dalam pemilihan ban menjadi contoh bagi tim lain yang ingin mengoptimalkan performa pada lintasan kering.

📖 Baca juga:
Daftar Harga Motor Bebek 2026: Honda, Yamaha, Suzuki, dan TVS Mulai Rp 14 Jutaan, Pilihan Terbaik untuk Touring dan Irit BBM

Ke depan, Veda dan Honda Team Asia akan fokus pada konsistensi strategi pit lane serta peningkatan kecepatan di lintasan lurus. Dengan beberapa seri lagi menjelang akhir musim, peluang untuk menambah poin masih terbuka lebar, terutama jika strategi ban berani dapat terus dipertahankan.

Secara keseluruhan, penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Jerez 2026 menegaskan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di panggung dunia, menginspirasi generasi pembalap selanjutnya untuk menembus batas kemampuan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *