Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 05 Mei 2026 | Senin, 4 Mei 2026, Stadion BJ Habibie di Parepare menjadi saksi laga lanjutan Super League 2025/2026 antara PSM Makassar dan Bhayangkara FC. Pasukan Ramang berhasil menorehkan kemenangan 2-1 yang sekaligus mengangkat mereka jauh dari zona merah. Pertandingan yang berlangsung dalam suasana tegang berakhir dengan gol penentu pada menit ke-73, menegaskan kemampuan PSM untuk bangkit di saat krusial.
Gol pertama tercipta pada menit kedua injury time babak pertama ketika bek berusia 32 tahun, Dusan Lagator, mencetak gol lewat tendangan jarak jauh yang melesat tepat ke sudut gawang. Lagator, yang sebelumnya menjadi pahlawan dalam laga kontra PSIM Yogyakarta, kembali menambah koleksi golnya dan memberikan keunggulan awal bagi tuan rumah.
Tidak lama setelahnya, Bhayangkara FC menyamakan kedudukan lewat striker asal Pantai Gading, Henri Doumbia, pada menit ke-4. Doumbia, yang mencatatkan gol keenamnya musim ini, menembus pertahanan PSM dengan penyelesaian cepat, menjadikan skor 1-1 menjelang jeda.
Babak kedua menjadi ajang penampilan menonjol Juku Eja, yang berhasil menahan tekanan Bhayangkara dan menjaga agar tim tetap dalam posisi aman. Pada menit ke-68, kiper PSM, Hilmansyah, menunjukkan refleks luar biasa dengan menyelamatkan tembakan bebas yang hampir menambah keunggulan lawan.
Kemenangan akhirnya datang pada menit ke-73. Penyerang muda Luka Cumic menerima umpan panjang, melewati bek Bhayangkara, dan menembakkan bola keras datar ke sudut atas gawang, tak terjangkau kiper tamu. Gol ini menegaskan 2-1 sebagai skor akhir dan memastikan PSM Makassar mengakhiri laga dengan tiga poin.
Keberhasilan ini mengangkat PSM Makassar ke posisi ke-13 klasemen sementara dengan total 34 poin dari 31 pertandingan, menjauhkan mereka tujuh poin dari zona degradasi yang kini ditempati Persis Solo dengan 27 poin. Di sisi lain, Bhayangkara FC tetap berada di peringkat keenam dengan 47 poin, namun mengalami kekalahan ketiga beruntun.
Susunan pemain yang diturunkan pada laga tersebut mencerminkan strategi pelatih Juku Eja. PSM memulai dengan formasi 4-3-3, menurunkan Hilmansyah di antara gawang, barisan belakang terdiri dari Mufli Hidayat, Aloisio, Lagator, dan Victor Luiz. Tengah lapangan diisi oleh Resky Fandi (digantikan Akbar Tanjung pada menit 72), Roberto (digantikan Rashid Bakri pada menit 82) dan Boboev (digantikan Victor Dethan pada menit 63). Sisi serang diisi oleh Ananda Raehan, Rizky Eka Pratama (digantikan Fahrul pada menit 82) dan Alex Tanque (digantikan Luka Cumic pada menit 63). Sementara Bhayangkara FC menurunkan formasi serupa dengan Aqil Savik sebagai kiper, dan lini depan dipimpin Henri Doumbia.
Penampilan PSM juga disorot karena pertandingan berlangsung tanpa dukungan suporter di tribun, mengingat kebijakan penonton kosong yang diberlakukan. Meskipun demikian, pemain tetap menunjukkan semangat juang tinggi, terbukti dari penyelamatan kunci dan gol penentu.
Liga BRI Super League 2025/2026 kini memasuki fase penentuan akhir. PSM Makassar, yang sebelumnya mengalami empat kekalahan beruntun pada pekan 21 hingga 24, kini mencoba memulihkan performa dan mengamankan tiga poin penting. Kemenangan ini juga memperkuat posisi mereka di atas zona relegasi, memberikan ruang manuver bagi pelatih Juku Eja untuk merencanakan strategi pada laga-laga berikutnya.
Sementara Bhayangkara FC harus menerima kegagalan ketiga beruntun, menurunkan harapan untuk kembali ke empat besar. Paul Munster, pelatih Bhayangkara, mencatat bahwa tim perlu memperbaiki konsistensi defensif dan memanfaatkan peluang serangan lebih efektif.
Untuk penonton yang tidak dapat menyaksikan secara langsung, pertandingan ini dapat disaksikan melalui layanan live streaming Vidio pada pukul 15.30 WIB. Link streaming disediakan oleh portal olahraga nasional, memastikan para penggemar tetap dapat mengikuti aksi Pasukan Ramang.











