Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Mei 2026 | Inter Milan menutup musim Serie A 2025/2026 dengan kemenangan tipis 2-0 atas Parma pada giornata ke-35, mengukuhkan diri sebagai juara liga untuk ke-21 kalinya. Gol pembuka datang lewat Marcus Thuram pada menit tambahan babak pertama (45+1′), sementara Henrikh Mkhitaryan menambah keunggulan di menit ke-80. Dengan hasil tersebut, Nerazzurri mengumpulkan 82 poin, selisih 12 poin dari Napoli, sehingga gelar Scudetto ke-21 menjadi hampir pasti dengan tiga pertandingan tersisa.
Perayaan tidak hanya terjadi di dalam stadion Giuseppe Meazza, melainkan menyebar ke seluruh kota Milan. Ribuan pendukung berbondong‑bongkar di Piazza Duomo, menciptakan lautan biru‑hitam yang menutupi alun‑alun bersejarah. Suara nyanyian, teriakan “Forza Inter!”, dan kembang api mengisi malam 4 Mei 2026, menjadikan momen ini salah satu selebrasi sepakbola terbesar di Italia.
Keberhasilan ini memiliki makna khusus bagi pelatih baru Inter, Cristian Chivu. Mantan bek asal Rumania, yang dulu meraih tiga scudetto berturut‑turut sebagai pemain (2007‑2010), kini menambah koleksi trofi sebagai pelatih. Chivu menjadi hanya pelatih kedua dalam sejarah klub yang berhasil menjuarai Serie A pada musim debutnya, menyamai jejak legenda seperti Armando Castellazzi.
Berikut rangkuman statistik penting pertandingan:
- Skor akhir: Inter Milan 2 – 0 Parma
- Gol: Marcus Thuram (45+1′), Henrikh Mkhitaryan (80′)
- Poin total Inter: 82
- Selisih poin terdepan: 12 poin atas Napoli
- Posisi akhir: 1st (juara)
Kapten tim, Lautaro Martínez, mengungkapkan kebahagiaan timnya setelah menutup musim dengan gelar. “Hari ini kami semua bahagia. Kami mengatasi keraguan awal musim dan membuktikan bahwa kerja keras serta konsistensi akan membuahkan hasil,” ujar Martínez dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Selain sorotan pada performa tim, fokus media juga tertuju pada catatan historis Chivu. Selama kariernya sebagai pemain, ia mengangkat trofi Serie A tiga kali bersama Inter. Kini, dengan gelar sebagai pelatih, ia menambah satu gelar lagi, menjadikannya figur penting dalam sejarah klub yang menggabungkan peran pemain dan pelatih dalam satu nama.
Keberhasilan Inter tidak lepas dari kontribusi pemain kunci. Marcus Thuram, yang baru bergabung musim lalu, menunjukkan kemampuan menembus pertahanan lawan dengan tegas. Sementara Henrikh Mkhitaryan, yang kembali ke Serie A setelah meniti karier di liga-liga Eropa, mempertegas peranannya sebagai playmaker dengan gol krusial pada menit ke-80.
Setelah mengamankan gelar liga, fokus Inter kini beralih ke kompetisi lainnya. Tim berencana menargetkan Coppa Italia, dengan final melawan Lazio yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026 di Stadion Olimpico Roma. Di kancah Eropa, Inter akan melanjutkan perjuangan di Liga Champions, meski harus menerima kekalahan agregat 2-5 melawan Bodo/Glimt pada fase playoff musim ini.
Para pendukung menutup malam dengan pawai menuju Stadion San Siro, menyanyikan nyanyian tradisional dan menyalakan lampu senter. Suasana kebersamaan dan kebanggaan klub terasa mengalir kuat di seluruh kota, menegaskan bahwa Scudetto ke-21 bukan sekadar trofi, melainkan simbol kebangkitan dan dedikasi Inter Milan.
Inter Milan kini menatap musim depan dengan ambisi memperkuat skuad, termasuk investasi besar pada posisi bek dan gelandang untuk menambah kedalaman tim. Target utama tetap mempertahankan dominasi domestik sekaligus menembus babak semifinal Liga Champions.
Secara keseluruhan, kemenangan 2-0 atas Parma bukan hanya menutup musim dengan gemilang, tetapi juga menandai era baru di bawah kepemimpinan Cristian Chivu. Dengan Scudetto ke-21 yang dirayakan di Piazza Duomo, Inter Milan menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan paling konsisten dalam sepakbola Italia.











