Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 April 2026 | Real Madrid kembali merasakan kekecewaan di menit-menit akhir laga La Liga ketika melawan Real Betis di Estadio de la Cartuja, Sevilla, pada Sabtu (25/4) dini hari WIB. Tim asuhan Alvaro Arbeloa sempat unggul 1-0 berkat gol Vinicius Junior pada menit ke-17, namun keunggulan tersebut sirna setelah gol injury time Hector Bellerin menyamakan kedudukan 1-1.
Serangan pertama Vinicius dimulai dari peluang rebound setelah kiper Betis, Alvaro Valles, gagal menahan tembakan Federico Valverde. Gol tersebut memberi Los Blancos harapan untuk menambah jarak dari rival utama, Barcelona. Pada babak pertama, Madrid menguasai penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang, termasuk tembakan keras Jude Bellingham yang berhasil diblok oleh lini belakang Betis.
Di babak kedua, Real Madrid meningkatkan intensitas serangan. Kylian Mbappe, yang menerima umpan lebar dari Trent Alexander‑Arnold, berhasil menembus kotak penalti namun dinyatakan offside. Sementara itu, Antony dan Cucho Hernández terus menguji kemampuan Andriy Lunin di bawah mistar gawang.
Ketegangan memuncak pada menit-menit tambahan. Setelah serangkaian peluang, bola liar di dalam kotak penalti Betis berhasil diambil oleh Hector Bellerin. Dengan posisi yang tepat, ia menembakkan bola rendah yang tak dapat dijangkau Lunin, memastikan hasil akhir menjadi imbang. Gol tersebut tidak hanya menghapus keunggulan Madrid, tetapi juga memberikan satu poin penting bagi Betis yang kini berada di peringkat kelima klasemen.
Pelatih Alvaro Arbeloa mengakui kegagalan timnya untuk mempertahankan keunggulan di menit akhir. “Kami kembali kebobolan di menit akhir, seperti yang sudah sering terjadi. Hasil ini tidak mencerminkan permainan kami,” ujarnya sambil menyoroti keputusan wasit yang dianggapnya berpengaruh, termasuk dugaan handball pada menit ke-22 yang tidak diberikan penalti.
Di sisi lain, pelatih Real Betis menilai hasil imbang ini pantas mengingat dominasi timnya selama 70 menit pertama. Mereka bahkan mengajukan protes mengenai potensi penalti setelah bola mengenai tangan Brahim Diaz di area terlarang, namun wasit tetap membiarkan permainan berlanjut.
Hasil ini menambah tekanan pada skuad Madrid yang kini berada delapan poin di belakang Barcelona. Dengan Barcelona masih nyaman di puncak, jarak tersebut berpotensi melebar menjadi dua digit bila Los Blancos tidak mampu memanfaatkan peluang di sisa musim. Selain itu, kegagalan mencetak clean sheet dalam 10 laga liga terakhir menjadikan pertahanan Madrid sorotan utama, mengingat catatan terburuk sejak musim 2003/2004.
Selain dampak klasemen, pertandingan ini juga menyuguhkan momen pribadi bagi Mbappe, yang merayakan penampilan ke‑100nya bersama Real Madrid. Sayangnya, kegembiraan itu teredam oleh dugaan cedera hamstring yang memaksa ia keluar lebih cepat dari lapangan.
Kesimpulannya, gol injury time Hector Bellerin bukan sekadar penyama skor, melainkan sebuah simbol kegagalan Real Madrid dalam mengamankan tiga poin krusial menjelang akhir musim. Dengan peluang Liga Champions masih terbuka namun kompetisi Eropa menjadi prioritas, Los Blancos harus segera memperbaiki lini belakangnya jika ingin kembali bersaing memperebutkan gelar La Liga.











