Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Mei 2026 | Setelah menoreh prestasi berharga di Madrid Open 2026, Janice Tjen dan rekannya Aldila Sutjiadi kini bersiap melanjutkan perjuangan di panggung WTA 1000 selanjutnya, Italian Open 2026. Turnamen bergengsi ini akan digelar di Foro Italico, Roma, mulai 5 hingga 17 Mei 2026, dan keduanya telah resmi terdaftar sebagai peserta.
Janice Tjen, yang kini menempati peringkat ke-39 dalam daftar WTA, masuk langsung ke babak utama tanpa harus melewati kualifikasi. Usianya yang masih 23 tahun menjadikannya salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Indonesia. Di samping fokus pada nomor tunggal, ia juga akan berkompetisi di nomor ganda bersama Aldila Sutjiadi, menandai kolaborasi keenam mereka sebagai pasangan dan ketiga kalinya dalam tahun ini.
Pasangan ganda putri Indonesia ini memiliki rekam jejak mengesankan. Pada tahun 2025, mereka mengukir medali emas di SEA Games yang diselenggarakan di National Tennis Development Center, Nonthaburi. Selain itu, mereka pernah menjuarai WTA 250 Chennai Open 2025 serta WTA 125 Suzhou Ladies Open 2025. Di WTA 500 Charleston Open 2026 dan WTA 1000 Madrid Open 2026, mereka kembali menunjukkan konsistensi dengan penampilan solid.
Di Italian Open, Janice Tjen akan menghadapi jajaran pemain papan atas dunia, termasuk Aryna Sabalenka, Elena Rybakina, Coco Gauff, Iga Swiatek, serta perwakilan tuan rumah Jasmine Paolini yang juga merupakan juara bertahan. Sementara di ganda, pasangan Indonesia ini harus bersaing melawan duo kuat seperti Sara Errani/Jasmine Paolini, Katerina Siniakova/Taylor Townsend, Elise Mertens/Zhang Shuai, serta Cristina Bucsa/Nicole Melichar‑Martinez.
Berikut beberapa poin penting yang dapat menjadi indikator peluang Janice Tjen di Roma:
- Performa di Madrid Open: Janice berhasil mengakhiri rangkaian empat kekalahan beruntun di babak pertama dengan mengalahkan Alina Charaeva, meski kemudian terhenti di babak kedua setelah kalah dari Liudmila Samsonova.
- Keberhasilan Ganda: Janice dan Aldila melaju hingga perempat final di Madrid, mencatat kejutan dengan mengalahkan pasangan unggulan keenam Cristina Bucsa/Nicole Melichar‑Martinez.
- Pengalaman di Turnamen Besar: Keduanya sudah terbiasa bersaing di turnamen WTA 1000, memberikan mereka kepercayaan diri untuk menantang lawan-lawan berperingkat tinggi di Roma.
Strategi permainan Janice Tjen di nomor tunggal menekankan pada servis kuat dan agresivitas di baseline, sementara di ganda ia memanfaatkan kecepatan dan koordinasi dengan Aldila Sutjiadi untuk mengendalikan raket. Kombinasi ini diharapkan dapat mengganggu ritme lawan dan menciptakan peluang break yang krusial.
Penampilan mereka di Italian Open tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi dua atlet Indonesia, tetapi juga menjadi sorotan bagi perkembangan tenis putri tanah air. Keberhasilan di turnamen bergengsi ini dapat meningkatkan profil Indonesia di panggung tenis internasional dan menginspirasi generasi muda untuk meniti karier di WTA Tour.
Dengan dukungan federasi, sponsor, serta semangat juang yang tinggi, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi diharapkan dapat menorehkan prestasi lebih lanjut, baik di nomor tunggal maupun ganda. Bagi para penggemar tenis, pertandingan di Foro Italico menjanjikan aksi seru, strategi cerdas, serta kemungkinan munculnya bintang baru yang siap menantang dominasi pemain-pemain top dunia.
Terlepas dari hasil akhir, partisipasi mereka di Italian Open 2026 merupakan langkah penting dalam rangkaian perjalanan karier yang terus menanjak, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang mampu menghasilkan atlet tenis kompetitif di tingkat global.











