Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 21 Juli 2026 | Argentina kalah di final Piala Dunia 2026 dengan skor 1-0 melawan Spanyol. Pertandingan yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, memperlihatkan Spanyol sebagai tim yang lebih unggul dalam memainkan sepak bola yang indah.
Menurut mantan kapten kesebelasan Inggris, Alan Shearer, Spanyol pantas mendapatkan gelar juara Piala Dunia karena mereka memainkan sepak bola yang lebih baik dan menciptakan banyak peluang gol. Spanyol menguasai bola sebesar 65 persen dan memiliki ekspektasi gol sebesar 1,94, serta melepaskan 20 tembakan ke gawang Argentina, 11 di antaranya tepat sasaran.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengisyaratkan bahwa ia mungkin akan meninggalkan posisinya sebagai pelatih tim nasional setelah kekalahan ini. Scaloni menyatakan bahwa ia akan berbicara dengan presiden federasi sepak bola Argentina dan mempertimbangkan masa depannya sebagai pelatih.
Argentina juga mencatatkan rekor buruk dengan menyamai catatan Brasil sebagai tim dengan kartu merah terbanyak dalam sejarah Piala Dunia FIFA, yakni 11 kartu merah. Gelandang Argentina, Enzo Fernandez, menerima kartu merah pada laga final melawan Spanyol, yang menjadi titik balik dalam pertandingan tersebut.
Sebelum pertandingan, media sosial sudah memainkan “pertandingannya” sendiri dengan mengaitkan dukungan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kepada Argentina. Namun, hal ini tidak berpengaruh pada hasil pertandingan, dan Spanyol akhirnya keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.
Kejadian ini menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang kemenangan atau kekalahan, tetapi juga tentang bagaimana tim memainkan permainan dengan sepenuh hati dan sportivitas. Spanyol telah menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang pantas mendapatkan gelar juara Piala Dunia dengan memainkan sepak bola yang indah dan sportif.
Kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2026 juga menandai akhir dari era Lionel Messi sebagai pemain tim nasional. Messi, yang berusia 39 tahun, telah memainkan peran penting dalam kesuksesan Argentina, tetapi ia tidak dapat membawa timnya ke kemenangan di Piala Dunia 2026.
Di akhir pertandingan, Scaloni menyatakan bahwa ia sangat bangga dengan timnya dan berterima kasih kepada presiden federasi sepak bola Argentina atas kesempatan untuk melatih tim nasional. Ia juga mengakui bahwa kekalahan ini sangat menyakitkan, tetapi ia tetap percaya bahwa timnya telah bermain dengan sepenuh hati dan sportivitas.











