Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 27 April 2026 | Jeddah, 25 April 2026 – Klub sepak bola asal Arab Saudi, Al-Ahli, berhasil mempertahankan gelar Asian Champions League Elite (ACL Elite) dengan mengalahkan wakil Jepang, Machida Zelvia, melalui skor tipis 1-0 pada perpanjangan waktu. Pertandingan final yang digelar di Stadion King Abdullah Sports City dihadiri oleh hampir 59.000 penonton, menciptakan atmosfer megah yang menegaskan pentingnya acara ini dalam kalender sepak bola Asia.
Selama 90 menit reguler, kedua tim saling menyerang namun tak mampu memecah kebuntuan. Al-Ahli membuka peluang pertama pada menit ke-13 melalui tendangan cepat Galeno yang berhasil menembus pertahanan Machida, namun diselamatkan oleh kiper Kosei Tani. Tiga menit sebelum jeda, bek Merih Demiral mengirimkan tembakan keras yang menabrak mistar gawang lawan, menambah tekanan pada lini pertahanan Machida.
Pada babak kedua, Al-Ahli kembali mengintensifkan serangan. Namun, insiden penting terjadi pada menit ke-68 ketika bek Zakaria Al Hawsawi menerima kartu merah langsung setelah melakukan tindakan keras terhadap penyerang Machida, Tete Yengi. Keputusan wasit membuat Al-Ahli bermain dengan sepuluh pemain, sementara Machida berusaha memanfaatkan keunggulan numerik mereka. Upaya Machida hampir menghasilkan gol ketika Hiroyuki Mae menembakkan bola jarak jauh yang berhasil ditangkis oleh kiper Al-Ahli, mantan bintang Chelsea, Edouard Mendy.
Menjelang akhir waktu normal, kedua tim tetap belum menghasilkan gol, memaksa pertandingan melanjutkan ke babak tambahan. Pada menit ke-96, Al-Ahli menemukan titik baliknya. Riyad Mahrez mengirimkan umpan silang ke sudut belakang, yang kemudian dibantu oleh Franck Kessie. Kessie menyiapkan bola untuk Firas Al Buraikan, yang dengan cepat menyentuh bola dan mengamankan gol kemenangan bagi Al-Ahli. Gol tersebut tidak hanya memecah kebuntuan, tetapi juga menjadi gol pertama yang dikonversi Machida dalam empat pertandingan knockout.
Berikut rangkuman kronologis kunci pertandingan:
- 13′ – Galeno (Al-Ahli) menciptakan peluang pertama, diselamatkan oleh Kosei Tani.
- 30′ – Merih Demiral (Al-Ahli) menabrak mistar gawang.
- 68′ – Zakaria Al Hawsawi (Al-Ahli) mendapat kartu merah, tim bermain 10 orang.
- 80′ – Hiroyuki Mae (Machida) menembak dari jauh, ditangkis Edouard Mendy.
- 96′ – Firas Al Buraikan (Al-Ahli) mencetak gol kemenangan setelah assist Mahrez dan Kessie.
Dengan kemenangan ini, Al-Ahli menjadi klub pertama dalam lebih dari dua dekade yang berhasil mempertahankan gelar ACL Elite secara beruntun, menyamai prestasi Al-Ittihad pada tahun 2005. Keberhasilan tersebut juga mengamankan tiket bagi Al-Ahli ke FIFA Intercontinental Cup yang akan diselenggarakan akhir tahun ini serta ke FIFA Club World Cup 2029, kompetisi yang kini diperluas dan menarik perhatian global.
Turnamen ini, yang pada tahun sebelumnya berganti nama menjadi Asian Champions League Elite, kembali menggelar final terpusat di Jeddah untuk tahun kedua berturut‑turut. Penyelenggaraan di kota ini menunjukkan komitmen Arab Saudi dalam memajukan sepak bola Asia, sekaligus menegaskan peran Jeddah sebagai tuan rumah acara berskala internasional.
Meski Machida Zelvia tampil dengan semangat juang tinggi dan hampir memanfaatkan keunggulan angka, terutama pada fase akhir pertandingan, ketangguhan mental Al-Ahli terbukti lewat kemampuan mereka tetap fokus meski berada dalam situasi 10 pemain. Keputusan taktis pelatih Al-Ahli, yang tetap menancapkan pemain menyerang pada menit-menit krusial, terbukti membuahkan hasil.
Dengan gelar kedua berturut‑turut, Al-Ahli menegaskan dominasinya di kancah sepak bola Asia. Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofi klub, tetapi juga mengukir sejarah baru bagi sepak bola Arab Saudi, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi pemain muda di wilayah tersebut.









