OLAHRAGA

Al Ahli Juara AFC Champions League Elite 2026 Usai Drama Extra Time melawan Machida Zelvia

×

Al Ahli Juara AFC Champions League Elite 2026 Usai Drama Extra Time melawan Machida Zelvia

Share this article
Al Ahli Juara AFC Champions League Elite 2026 Usai Drama Extra Time melawan Machida Zelvia
Al Ahli Juara AFC Champions League Elite 2026 Usai Drama Extra Time melawan Machida Zelvia

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 April 2026 | Sabtu, 25 April 2026, stadion megah King Abdullah Sports City di Jeddah menjadi saksi bisu pertarungan final AFC Champions League Elite 2025-2026 antara Al Ahli dan Machida Zelvia. Setelah 90 menit reguler berakhir tanpa gol, kedua tim melanjutkan pertandingan ke perpanjangan waktu yang akhirnya menghasilkan gol penentu. Gol tunggal tersebut dicetak oleh penyerang Timnas Arab Saudi, Firas Al Buraikan, pada menit ke-96, memastikan Al Ahli kembali mengangkat trofi bergengsi tersebut.

Perjalanan Al Ahli menuju final tidaklah mudah. Klub asal Riyadh ini menurunkan skuad penuh bintang, termasuk kiper internasional Edouard Mendy, gelandang berbakat Franck Kessie, serta penyerang sayap Galeno. Di fase knockout, mereka berhasil mengalahkan Al Ittihad pada perempat final dan Shabab Al Ahli pada semifinal dengan skor tipis 1-0 di masing-masing laga. Konsistensi pertahanan dan kemampuan memanfaatkan peluang menjadi kunci utama mereka.

📖 Baca juga:
Drama Final AFC Champions League Elite: Al Ahli Saudi Tantang Machida Zelvia di Laga Penentu

Machida Zelvia, wakil Jepang yang debut di ajang elite ini, tampil impresif sepanjang turnamen. Mereka menyingkirkan Gangwon FC di fase 16 besar dan melanjutkan serangkaian kemenangan tipis melawan klub-klub Asia lainnya. Catatan tak kebobolan di fase gugur menjadi kebanggaan bersama, sekaligus menambah tekanan pada laga final melawan Al Ahli.

Babak pertama final berlangsung seimbang. Al Ahli mendominasi penguasaan bola, namun serangan awal Galeno berhasil dibendung oleh kiper Machida, Kosei Tani. Upaya lanjutan dari Merih Demiral hanya menghasilkan tembakan ke mistar gawang. Di sisi lain, Machida berusaha memanfaatkan kecepatan sayap kanan mereka, namun tidak berhasil menembus pertahanan Al Ahli yang terorganisir.

Poin krusial terjadi pada menit ke-68. Zakaria Al Hawsawi, bek tengah Al Ahli, terlibat konfrontasi dengan pemain depan Machida, Tete Yengi. Wasit memberi kartu merah langsung kepada Al Hawsawi setelah insiden menanduk yang dianggap berbahaya. Kejadian ini memaksa Al Ahli bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari 20 menit, sementara Machida mencoba menekan dengan keunggulan numerik.

📖 Baca juga:
Taspen Tegaskan Tidak Ada Rapel, Pensiunan Dapat Kenaikan 12% Mulai 2026

Meskipun berada di bawah tekanan, Al Ahli tetap menjaga kedisiplinan taktik. Franck Kessie berperan sebagai pengatur serangan, menyalurkan umpan-umpan berbahaya ke sisi kanan. Pada menit ke-96, Kessie mengirimkan umpan silang dari sayap kanan yang tepat ke arah Firas Al Buraikan. Penyerang itu menembus area penalti, mengalahkan kiper Machida dengan tembakan yang menambah keunggulan 1-0.

Setelah gol tercipta, Al Ahli beralih ke taktik bertahan, memanfaatkan pengalaman pemain veteran seperti Mendy di gawang dan Galeno yang membantu menutup ruang-ruang kritis. Machida Zelvia terus menekan, bahkan menciptakan peluang lewat tendangan keras Hiroyuki Mae, namun bola berhasil diselamatkan oleh Mendy dengan refleks luar biasa.

Akhir laga menutup dengan skor 1-0 untuk Al Ahli. Kemenangan ini menandai gelar kedua AFC Champions League Elite dalam sejarah klub, menyusul keberhasilan pada musim 2024-2025 ketika mereka mengalahkan Kawasaki Frontale dengan skor 2-0. Keberhasilan berulang ini menegaskan posisi Al Ahli sebagai raja sepak bola Asia, sekaligus menambah catatan impresif bagi pelatih Matthias Jaissle yang berhasil mengoptimalkan skuad meski harus bermain dengan kekurangan satu pemain di menit-menit krusial.

📖 Baca juga:
Mahrez Cetak Gol Penentu, Al Ahli Lolos ke Perempat Final AFC Champions League setelah Duel Sengit melawan Al Duhail

Para pendukung Al Ahli yang memenuhi tribun stadion mengakhiri malam dengan sorakan meriah, sementara pemain Machida Zelvia tetap bangga atas pencapaian mereka yang menembus final pada debut pertama di kompetisi elit. Kedua tim menunjukkan sportivitas tinggi, meski terjadi insiden fisik di menit ke-68 yang menjadi sorotan media. Pertandingan ini juga menegaskan pentingnya kedisiplinan mental dan taktik dalam kompetisi tingkat tinggi.

Keberhasilan Al Ahli mempertahankan gelar memberikan dampak positif bagi sepak bola Arab Saudi, memperkuat citra liga domestik, serta meningkatkan eksposur pemain-pemain lokal di kancah internasional. Di sisi lain, Machida Zelvia kini menjadi inspirasi bagi klub-klub Jepang lain yang bercita-cita menembus final kompetisi Asia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *