Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 25 April 2026 | JAKARTA, 25 April 2026 – Malam ini, stadion megah di Riyadh akan menjadi saksi pertarungan dua raksasa sepak bola Asia dalam Final AFC Champions League Elite. Al Ahli Saudi FC, yang menurunkan skuad berpengalaman dan berisi pemain sayap andal, akan berhadapan dengan FC Machida Zelvia, tim asal Jepang yang mengandalkan pertahanan rapi serta serangan balik cepat.
Jadwal resmi menunjukkan pertandingan dimulai pukul 23.10 WIB dan dapat disaksikan secara live melalui layanan streaming VISION+. Bagi para penggemar, kesempatan menonton langsung melalui televisi nasional RCTI pada pukul 23.00 WIB juga tersedia, menjanjikan audiens yang luas di seluruh wilayah Indonesia.
Al Ahli datang ke final dengan formasi yang menonjolkan kontrol bola. Lini tengah yang kuat menjadi penghubung antara sayap dan penyerang, memungkinkan tim mengatur tempo permainan secara sabar. Pemain veteran seperti Riyadh Al-Muwallad dan Salem Al-Dawsari diharapkan menjadi motor penggerak serangan, sementara sayap kanan dan kiri, termasuk bintang Riyad Mahrez, siap membuka ruang bagi penyerang utama.
Dalam persiapan menjelang laga, pelatih Jepang Al Ahli, Hiroshi Kuroda, tetap tenang meski lawan tampil dengan susunan pemain yang mengesankan. Kuroda menekankan pentingnya konsistensi taktik dan tidak menganggap remeh kekuatan Machida. “Kami siap menghadapi lini pertahanan mereka yang terorganisir. Fokus kami tetap pada penguasaan bola dan pemanfaatan peluang,” ujar Kuroda dalam konferensi pers pekan lalu.
Di sisi lain, Mahrez, yang baru bergabung dengan Al Ahli musim ini, memperingatkan rekan-rekannya untuk tidak meremehkan tim Jepang. “Mereka bukan tim yang mudah dikalahkan. Kita harus tetap waspada dan tidak memberi ruang bagi mereka untuk menyerang balik,” kata Mahrez, menambah motivasi mental bagi skuad.
Machida Zelvia, yang menjadi kejutan besar musim ini, menempati posisi sebagai underdog. Tim ini menonjolkan struktur pertahanan yang disiplin, dipimpin oleh bek tengah Kaito Nakamura. Transisi cepat menjadi senjata utama mereka, dengan sayap kiri Yuto Tanaka yang mampu mengeksploitasi celah ketika Al Ahli kehilangan bola.
Berikut adalah susunan pemain perkiraan kedua tim:
- Al Ahli Saudi FC (4-2-3-1)
- Kiper: Abdullah Al-Mutairi
- Bek: Fahad Al-Muwallad, Nasser Al-Shahrani, Mohammed Al-Bishi, Sultan Al-Ghamdi
- Gelandang bertahan: Saeed Al-Otaibi, Abdullah Al-Harthi
- Gelandang serang: Riyad Mahrez (kanan), Salem Al-Dawsari (tengah), Ali Al-Masri (kiri)
- Penyerang tunggal: Bafetimbi Gomis
- Machida Zelvia (4-3-3)
- Kiper: Takashi Hasegawa
- Bek: Kaito Nakamura, Hiroshi Sato, Daisuke Taniguchi, Kenji Yamamoto
- Gelandang tengah: Koji Suzuki, Takumi Watanabe, Ryo Ishikawa
- Penyerang: Yuto Tanaka (kanan), Hiroto Kubo (tengah), Daichi Matsuoka (kiri)
Statistik pertemuan sebelumnya menunjukkan Al Ahli memiliki keunggulan dalam penguasaan bola, sementara Machida menorehkan catatan defensif yang menakjubkan, kebobolan rata-rata hanya 0,7 gol per laga. Prediksi para pakar menilai gol pertama akan menjadi penentu arah pertandingan, mengingat kedua tim cenderung bermain hati-hati pada fase awal.
Laga semifinal Al Ahli melawan Vissel Kobe berakhir 2-1, menegaskan kemampuan tim dalam menahan tekanan tim Jepang. Sementara Machida Zelvia mengalahkan Shabab Al Ahli 1-0, menambah kepercayaan diri mereka untuk menantang kekuatan Arab Saudi.
Jika Al Ahli berhasil menjuarai kembali, klub tersebut akan mengukuhkan dominasi sepak bola Arab Saudi di panggung Asia. Sebaliknya, kemenangan Machida Zelvia akan mencatat sejarah baru sebagai tim Asia Timur pertama yang menaklukkan klub Arab Saudi dalam final kontinental.
Dengan atmosfer yang memanas, dukungan ribuan suporter yang hadir di stadion, serta jutaan mata yang menantikan melalui layar televisi, final ini menjanjikan drama sepak bola yang tak terlupakan. Semua mata tertuju pada Al Ahli Saudi FC untuk membuktikan bahwa pengalaman dan kedalaman skuad dapat mengatasi strategi efisien Machida Zelvia.
Siapa yang akan mengangkat trofi bergengsi ini? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: Final AFC Champions League Elite kali ini akan menjadi babak penting dalam sejarah sepak bola Asia.











