Sejarah

Mengenal Sejarah Hari Ibu Internasional: Dari Tradisi Kristen hingga Perayaan Modern

×

Mengenal Sejarah Hari Ibu Internasional: Dari Tradisi Kristen hingga Perayaan Modern

Share this article
Mengenal Sejarah Hari Ibu Internasional: Dari Tradisi Kristen hingga Perayaan Modern
Mengenal Sejarah Hari Ibu Internasional: Dari Tradisi Kristen hingga Perayaan Modern

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 11 Mei 2026 | Hari Ibu Internasional atau Mother’s Day dirayakan setiap hari Minggu kedua di bulan Mei. Perayaan ini memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, bermula dari tradisi Kristen di Eropa hingga perayaan modern di Amerika Serikat.

Tradisi Mothering Sunday di Eropa telah berakar sejak abad ke-16. Pada hari Minggu keempat masa Prapaskah, umat Kristen berbondong-bondong kembali ke gereja induk untuk mengikuti kebaktian khusus. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini bertransformasi menjadi perayaan kasih sayang yang lebih personal, di mana anak-anak mempersembahkan bunga dan hadiah kecil bagi ibu mereka.

📖 Baca juga:
Cadiz: Sejarah dan Ekonomi Kota Strategis di Gibraltar

Di Amerika Serikat, cikal bakal Mother’s Day mulai tumbuh beberapa dekade sebelum diakui secara resmi sebagai hari libur nasional. Ann Reeves Jarvis dari Virginia Barat mendirikan Mothers’ Day Work Clubs untuk mengedukasi para perempuan setempat mengenai teknik merawat anak yang baik dan higienis. Pasca Perang Sipil AS, kelompok ini bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang luar biasa.

Julia Ward Howe, seorang aktivis hak pilih perempuan, menulis Mother’s Day Proclamation pada 1870. Melalui tulisan tersebut, ia menyerukan agar para ibu di seluruh dunia bersatu demi mewujudkan perdamaian abadi. Namun, tonggak sejarah paling krusial diletakkan oleh Anna Jarvis, putri dari Ann Reeves Jarvis. Sepeninggal ibunya pada 1905, Anna bertekad mewujudkan sebuah hari khusus untuk menghormati pengorbanan yang telah diberikan para ibu.

📖 Baca juga:
58 Tahun Lalu Awal Orde Baru, MPRS Menunjuk Soeharto sebagai Pejabat Presiden

Dengan dukungan finansial dari John Wanamaker, Anna menyelenggarakan perayaan resmi Mother’s Day pertama kali di sebuah gereja Metodis di Grafton, Virginia Barat, pada Mei 1908. Perjuangan Anna terus berlanjut melalui kampanye surat-menyurat masif yang ditujukan kepada media dan para politisi. Ia berargumen bahwa hari libur di Amerika saat itu terlalu didominasi oleh pencapaian laki-laki.

Pada 1914, Presiden Woodrow Wilson menandatangani maklumat yang meresmikan Mother’s Day sebagai hari libur nasional pada hari Minggu kedua di bulan Mei. Namun, ironisnya, di masa tuanya, Anna Jarvis justru merasa sangat kecewa melihat perayaan yang ia rintis berubah menjadi ajang komersialisasi. Ia merasa perayaan yang seharusnya menjadi hari sakral tersebut telah dimanfaatkan oleh industri bunga dan kartu ucapan demi keuntungan bisnis semata.

📖 Baca juga:
Chernobyl 40 tahun: Menyusuri Pripyat, Kota Atomgrad yang Terlupakan

Kesimpulan, Hari Ibu Internasional memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, bermula dari tradisi Kristen di Eropa hingga perayaan modern di Amerika Serikat. Perayaan ini harus dihargai sebagai hari untuk menghormati pengorbanan para ibu, bukan sebagai ajang komersialisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *