Religi

Tahun Baru Islam 1448 H: Amalan dan Tradisi yang Sarat Makna

×

Tahun Baru Islam 1448 H: Amalan dan Tradisi yang Sarat Makna

Share this article
Tahun Baru Islam 1448 H: Amalan dan Tradisi yang Sarat Makna
Tahun Baru Islam 1448 H: Amalan dan Tradisi yang Sarat Makna

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 Juni 2026 | Tahun Baru Islam 1448 H telah tiba, dan umat Muslim di seluruh dunia menyambutnya dengan berbagai tradisi dan amalan yang sarat makna. Salah satu tradisi yang banyak dipraktikkan adalah meminum susu putih di malam hari raya tersebut.

Bukan sekadar kebiasaan melepas dahaga, amalan yang bersumber dari anjuran para ulama termasuk Abuya Al-Habib Muhammad bin Alawi al-Maliki ini memiliki kedalaman makna sebagai bentuk tafaddul atau harapan baik (tafa’ul) di awal tahun.

📖 Baca juga:
Mengawali Tahun Baru Islam 1448 H dengan Doa Minum Susu Putih dan Amalan Mulia

Secara filosofis, warna putih bersih pada susu dijadikan simbol doa agar sepanjang tahun yang baru, hati dan lembaran amal kita senantiasa dibersihkan oleh Allah SWT. Selain itu, amalan ini juga merujuk pada peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah SAW memilih susu daripada khamr (minuman keras) sebagai lambang kesucian fitrah manusia.

Ketika Anda hendak meminum susu putih pada malam 1 Muharram, bacalah doa berikut sebagai wujud syukur dan permohonan keberkahan: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ (Allāhumma bārik lanā fīhi, wa zidnā minhu) “Ya Allah, berkahilah kiranya kami di dalam susu ini, dan tambahkanlah dari susu ini kepada kami.”

Agar ibadah bernilai pahala dan membawa keberkahan yang maksimal, berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan saat mengamalkannya: Niatkan meminum susu putih untuk mengikuti anjuran ulama dan sebagai simbol harapan tahun baru yang suci, bukan sebagai kewajiban syariat.

📖 Baca juga:
Muharram dan Bulan Suro: Mengenal Hakikat dan Akulturasi

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengajak seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Timur untuk menjadikan 1 Muharram sebagai ajang muhasabah alias introspeksi diri secara mendalam. Ia menegaskan bahwa pergantian tahun Hijriah bukan sekadar rutinitas perubahan angka di penanggalan, melainkan pengingat sejarah agung hijrahnya Rasulullah SAW yang sarat nilai perjuangan dan keteguhan iman.

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan juga menggelar doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di Masjid As Syuhada Rutan Balikpapan tersebut diikuti pejabat struktural, pegawai, serta warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan spiritual.

Kepala Rutan Balikpapan, Agus Salim, dalam sambutannya mengajak seluruh warga binaan menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengapresiasi antusiasme warga binaan yang mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.

📖 Baca juga:
Tahun Baru Islam 1448 H: Momen Muhasabah dan Amalan Terbaik

Ucapan Tahun Baru Islam juga menjadi salah satu cara sederhana untuk berbagi doa, harapan, dan semangat hijrah kepada keluarga, sahabat, maupun orang-orang terdekat. Menyambut 1 Muharram 1448 H, banyak orang memanfaatkan momen ini untuk mengirimkan kata-kata sebagai bentuk perhatian sekaligus pengingat agar senantiasa meningkatkan keimanan dan amal kebaikan.

Dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 H, umat Muslim diharapkan dapat memperbanyak amalan sunah, melakukan introspeksi diri, dan berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan memperbanyak amalan di awal tahun, diharapkan umat Muslim dapat mengawali lembaran baru dengan catatan amal yang saleh dan diridai oleh-Nya.

Kesimpulan, Tahun Baru Islam 1448 H merupakan momentum yang sangat penting bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, dan berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan memperbanyak amalan sunah, melakukan introspeksi diri, dan berbagi doa dan harapan, umat Muslim dapat mengawali lembaran baru dengan penuh makna dan keberkahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *