Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 29 Mei 2026 | Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP telah diumumkan. Nilai TKA tidak langsung dapat diakses secara mandiri oleh siswa, melainkan harus melalui pihak sekolah terlebih dahulu. Hal ini penting karena nilai TKA tidak hanya menunjukkan angka, tetapi juga capaian akademik siswa berdasarkan mata uji yang diikuti.
Menurut Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membaca hasil TKA, yaitu pemahaman terhadap lima bagian yang mencakup nilai, kategori, dan fungsi SHTKA. Pemahaman ini akan membantu siswa, orang tua, dan sekolah mengetahui kekuatan serta bagian yang masih perlu ditingkatkan.
Rentang nilai TKA berbeda sesuai jenjang pendidikan. Untuk jenjang SD dan SMP, nilai TKA menggunakan skala 0 sampai 100, sedangkan untuk jenjang SMA dan SMK, nilai TKA menggunakan rentang 200 sampai 800. Perlu diingat bahwa nilai TKA tidak dapat diperbandingkan antar-wilayah karena belum melalui proses penyetaraan lintas soal daerah.
Hasil TKA 2026 juga menunjukkan perbedaan antara sekolah negeri dan swasta. Pada jenjang SMP, sekolah negeri unggul dibanding swasta, namun di tingkat SD, justru sekolah swasta mencatat rerata nilai lebih tinggi. Data TKA juga dipetakan berdasarkan jenis satuan pendidikan di bawah Kemendikdasmen dan Kementerian Agama (Kemenag).
Lebih dari seribu murid berhasil mendapatkan nilai 100 pada penyelenggaraan TKA jenjang pendidikan SD-SMP untuk mata pelajaran Matematika. Sementara itu, sebanyak 4.509 murid berhasil mendapatkan nilai 100 pada penyelenggaraan TKA jenjang pendidikan SD/MI/sederajat untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Dalam membaca hasil TKA, penting untuk memahami bahwa nilai TKA tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga menunjukkan kekuatan dan kelemahan siswa. Oleh karena itu, siswa, orang tua, dan sekolah perlu membaca hasil TKA secara cermat dan memahami implikasinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Kesimpulan dari hasil TKA 2026 menunjukkan bahwa masih ada tantangan besar pada penguasaan Matematika di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sementara itu, capaian Bahasa Indonesia cenderung lebih stabil dan konsisten di berbagai jenis sekolah. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, terutama dalam mata pelajaran Matematika.









