Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Mei 2026 | Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kerap menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di berbagai daerah. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah konversi bahan bakar gas (BBG) untuk mobil bensin dan diesel. Teknologi diesel dual fuel (DDF) memungkinkan mesin diesel menggunakan dua jenis bahan bakar sekaligus, yakni solar dan gas.
Menurut Ketua Umum Komunitas Mobil Gas (Komogas), Andy Lala, biaya konversi BBG untuk mesin diesel mencapai sekitar Rp15–17 juta karena sistemnya lebih kompleks dan kit konversinya masih terbatas di pasaran. Sementara itu, konversi BBG untuk mobil bensin dapat dimulai dari Rp13 juta.
Penggunaan BBG pada mobil menawarkan efisiensi biaya, namun menuntut penyesuaian gaya berkendara dan bisa menurunkan performa mesin hingga 20 persen, terutama di kendaraan berkompresi rendah. Infrastruktur SPBG masih terbatas dengan hanya beberapa titik aktif di Jakarta, menyebabkan antrean pengisian dan perlunya penyesuaian waktu bagi pengguna BBG.
Konversi ke BBG dapat membuat garansi kendaraan hangus sesuai kebijakan pabrikan, meski tetap dianggap pilihan menarik untuk menghemat biaya operasional jangka panjang. Pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran) Ki Darmaningtyas menilai, akar masalahnya terletak pada kegagalan pemerintah dalam menyediakan alternatif mobilitas yang manusiawi dan terjangkau.
Darmaningtyas menekankan bahwa subsidi atau anggaran negara seharusnya dialokasikan untuk memperkuat armada angkutan umum di daerah-daerah yang selama ini dianaktirikan. Ia menyarankan pemerintah untuk membeli bus-bus listrik untuk angkutan umum yang dibagikan ke semua daerah, bukan malah mengkonversi sepeda motor BBM menjadi sepeda motor listrik.
Di akhir, konversi BBG dapat menjadi solusi untuk menghemat biaya operasional kendaraan, namun perlu dipertimbangkan dengan baik mengenai konsekuensi yang mungkin timbul. Pemerintah juga perlu memperhatikan kebijakan yang lebih komprehensif untuk mengatasi masalah transportasi dan ketergantungan energi di Indonesia.











