Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 30 April 2026 | Industri otomotif Indonesia kembali berdebar dengan kedatangan dua model SUV listrik baru dari Lepas, yaitu Lepas E6 dan Lepas L6. Kedua kendaraan ini dirancang khusus untuk mengisi celah segmen SUV menengah‑atas yang belum banyak digarap oleh produsen lokal, sekaligus menargetkan konsumen yang mengutamakan jangkauan tempuh panjang, teknologi pengisian cepat, dan kenyamanan berkendara di iklim tropis.
Vice Country Director Lepas Indonesia, Temmy Wiradjaja, menegaskan komitmen perusahaan untuk meluncurkan E6 dan L6 dalam waktu dekat. “Kami sedang menyempurnakan rantai pasokan dan menyiapkan fasilitas perakitan di dalam negeri, sehingga kedua model dapat diproduksi secara lokal dan masuk pasar Indonesia pada akhir 2026,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Wuhu, China.
Lepas E6 menempati posisi di antara crossover kompak dan SUV berukuran sedang. Ditenagai baterai berkapasitas 70,5 kWh, kendaraan ini mampu menempuh hingga 600 km (NEDC) dengan sekali pengisian. Motor listrik berdaya 180 kW (sekitar 245 dhp) dan torsi puncak 320 Nm memberikan akselerasi yang responsif, cocok untuk penggunaan perkotaan maupun perjalanan jauh. Semua komponen penggerak terintegrasi dalam rangkaian LEX Platform 5.1, platform khusus Lepas yang mendukung baik kendaraan listrik murni (BEV) maupun plug‑in hybrid (PHEV).
Berbeda dengan E6, Lepas L6 ditujukan bagi konsumen yang menginginkan interior lebih luas dan performa yang lebih tangguh. L6 dilengkapi baterai 85 kWh yang dapat menghasilkan jarak tempuh hingga 650 km (NEDC). Motor berdaya 210 kW (285 dhp) dan torsi 380 Nm menempatkan L6 di jajaran SUV listrik berperforma tinggi. Kedua model memanfaatkan sistem pendinginan cair yang telah dioptimalkan untuk beroperasi secara stabil pada suhu hingga ‑40 °C, menjamin kinerja baterai tetap optimal di cuaca ekstrem.
Fitur ultra fast charging pada LEX Platform 5.1 memungkinkan pengisian hingga 80 % kapasitas dalam kurang dari 30 menit melalui stasiun pengisian bertegangan tinggi. Sistem manajemen termal terintegrasi tidak hanya melindungi baterai dari overheating, tetapi juga memperpanjang umur pakai sel. Selain itu, platform ini mendukung opsi over‑the‑air (OTA) update, sehingga perangkat lunak kendaraan dapat diperbarui tanpa harus mengunjungi bengkel.
Dari sisi produksi, Lepas berencana membuka lini perakitan pertama di Cikarang, Jawa Barat, dengan kapasitas 50.000 unit per tahun. Kerjasama dengan pemasok lokal untuk komponen baterai, sistem infotainment, dan interior diproyeksikan dapat menurunkan biaya produksi hingga 12 %, sekaligus menambah nilai bagi ekosistem industri otomotif dalam negeri.
Harga eceran Lepas E6 diperkirakan berada di kisaran Rp 650‑750 juta, sementara L6 diposisikan pada Rp 850‑950 juta. Kedua varian akan menawarkan paket layanan purna jual yang mencakup garansi baterai 8 tahun atau 200.000 km, serta jaringan layanan khusus di kota‑kota besar. Dengan spesifikasi yang kompetitif, Lepas E6 dan L6 diprediksi akan bersaing ketat dengan model‑model serupa dari Tesla, BYD, dan Hyundai di pasar SUV listrik Indonesia.
Berikut rangkuman singkat spesifikasi teknis Lepas E6 dan L6:
| Model | Baterai | Jarak Tempuh (NEDC) | Daya Motor | Torsi | Pengisian Cepat |
|---|---|---|---|---|---|
| Lepas E6 | 70,5 kWh | 600 km | 180 kW (245 dhp) | 320 Nm | 0‑80 % dalam 30 menit |
| Lepas L6 | 85 kWh | 650 km | 210 kW (285 dhp) | 380 Nm | 0‑80 % dalam 28 menit |
Kesimpulannya, kehadiran Lepas E6 dan L6 menandai langkah strategis Lepas dalam memperluas jejak pasar kendaraan listrik di Indonesia. Dengan dukungan platform LEX 5.1, jaringan produksi lokal, serta penawaran harga yang kompetitif, kedua SUV ini siap menjadi pilihan utama bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan jangkauan jauh, performa tangguh, dan layanan purna jual terjamin.











