Kriminal

D4vd Terjerat Tuduhan Pembunuhan dan Pornografi Anak, Musiknya Ditarik Artis Dunia

×

D4vd Terjerat Tuduhan Pembunuhan dan Pornografi Anak, Musiknya Ditarik Artis Dunia

Share this article
D4vd Terjerat Tuduhan Pembunuhan dan Pornografi Anak, Musiknya Ditarik Artis Dunia
D4vd Terjerat Tuduhan Pembunuhan dan Pornografi Anak, Musiknya Ditarik Artis Dunia

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 26 April 2026 | Jakarta, 26 April 2026 – Penyanyi indie asal Amerika Serikat yang dikenal dengan nama panggung D4vd kembali menjadi sorotan publik setelah pihak berwenang mengajukan dakwaan serius terkait pembunuhan seorang remaja dan dugaan kepemilikan konten pornografi anak.

Kasus ini bermula dari penangkapan D4vd pada awal bulan ini di Los Angeles. Ia dituduh terlibat dalam pembunuhan berlumuran mutilasi terhadap seorang gadis berusia 14 tahun bernama Celeste Rivas Hernandez. Laporan autopsi mengungkap luka tusuk yang mengindikasikan penggunaan alat tajam, sementara jaksa menuduh korban sebelumnya mengancam akan mengungkap hubungan tak pantas antara keduanya.

📖 Baca juga:
Polisi Bongkar Jaringan Senjata Ilegal Ki Bedil: Harga Sampai Rp 20 Juta per Unit

Pada sidang terdahulu, jaksa wilayah Los Angeles County, Beth Silverman, mengemukakan temuan baru yang memperburuk posisi terdakwa. Menurutnya, penyelidikan menemukan delapan terabyte data di akun iCloud D4vd yang diduga berisi koleksi konten pornografi anak. Hingga kini, tim penuntut baru berhasil mengunduh satu terabyte data tersebut, sementara total data mentah yang dapat diproses mencapai 20‑30 terabyte dari berbagai perangkat digital.

Pengakuan ini menambah dimensi hukum yang sudah kompleks. Tim kuasa hukum D4vd menolak semua tuduhan, menyatakan bahwa kliennya tidak terlibat dalam pembunuhan maupun penyebaran materi ilegal. Mereka berjanji akan membuktikan ketidakbersalahan melalui proses peradilan yang adil.

Sementara proses hukum masih berjalan, dampak sosial dan ekonomi mulai terasa kuat di industri musik internasional. Sejumlah artis yang sebelumnya berkolaborasi dengan D4vd secara resmi menarik lagu‑lagu mereka dari platform streaming utama. Di antaranya:

  • Laufey menghapus “This Is How It Feels”.
  • Kali Uchis menurunkan “Crashing”.
  • Holly Humberstone menarik “Superbloodmoon”.
  • Bryant Barnes menarik “I’d Rather Pretend”.
  • Damiano David merilis ulang versi solo dari “Tangerine”.

Keputusan penarikan tersebut pertama kali muncul pada September 2025 ketika Kali Uchis mengumumkan lewat Instagram upaya penghapusan lagu mereka. Sejak saat itu, aksi serupa diikuti oleh artis lain, menandai tren pemutusan hubungan kerja kreatif dengan D4vd.

📖 Baca juga:
Misteri Penusukan Surabaya: Gelagat Kakek 4 Cucu Sebelum Tewas, Cekcok dan Dugaan Masalah Asmara

Reaksi publik pun beragam. Sebagian menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral, sementara pihak lain menilai bahwa keputusan penarikan karya musik dapat mengancam kebebasan seni sebelum proses hukum selesai. Di media sosial, hashtag #BoycottD4vd menjadi tren, menandakan tekanan konsumen terhadap platform streaming dan label rekaman.

Selain tekanan industri, kasus ini juga menimbulkan sorotan pada kebijakan platform digital. Fortnite, misalnya, dilaporkan mempertimbangkan pengembalian dana untuk kosmetik bertemakan D4vd setelah kontroversi mencuat. Meskipun pernyataan resmi belum dirilis, rumor tersebut menambah beban reputasi sang artis.

Para pengamat hukum menilai bahwa kasus D4vd bisa menjadi preseden penting terkait penyalahgunaan data digital dalam proses peradilan. Penemuan jutaan gigabyte data pribadi menimbulkan pertanyaan tentang batasan penyadapan, perlindungan privasi, dan prosedur pengumpulan bukti elektronik.

Di sisi lain, industri musik harus menilai kembali kebijakan kolaborasi dengan artis yang berada di tengah penyelidikan kriminal berat. Beberapa label mulai mengimplementasikan klausul kontrak yang memungkinkan penghentian kerja sama secara otomatis apabila artis terlibat dalam tindakan kriminal serius.

📖 Baca juga:
Polri Bongkar Narkoka Laundry di Makassar: 5 Kg Sabu Disita!

Sementara itu, keluarga Celeste Rivas Hernandez menuntut keadilan penuh dan berharap proses hukum dapat mengungkap seluruh fakta. Mereka juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap remaja dari ancaman serupa di masa mendatang.

Kasus D4vd masih dalam tahap investigasi lanjutan. Pengadilan dijadwalkan mengadakan sidang lanjutan pada bulan Mei, dengan harapan dapat memperjelas bukti digital yang masih dalam proses analisis.

Dengan kombinasi tuduhan pembunuhan, dugaan pornografi anak, serta dampak ekonomi pada industri musik global, D4vd berada di persimpangan yang menuntut klarifikasi hukum dan etika. Publik dan pihak terkait menanti keputusan akhir yang akan menentukan nasib karier serta konsekuensi hukum sang penyanyi.

Kesimpulannya, kasus ini menegaskan pentingnya akuntabilitas artis publik dan memperlihatkan bagaimana dunia hiburan dapat terpengaruh secara signifikan oleh tindakan kriminal yang dituduhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *