Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 21 Mei 2026 | Pertemuan World Health Assembly (WHA) ke-79 yang digelar tanggal 18-23 Mei 2026 menyoroti berbagai perkembangan penting dalam penguatan sistem kesehatan global. Salah satu topik besar yang dibahas di dalam pertemuan tersebut mengenai peningkatan akses terhadap produk kesehatan, penguatan kapasitas manufaktur lokal, serta penguatan sistem regulatori.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar saat memberikan paparan dalam WHA ke-79 menyoroti perlunya membangun kolaborasi, penguatan sistem regulatori berbasis sains dan harmonisasi regulasi, guna mempercepat pengembangan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin.
Menurutnya, sistem regulatori yang kuat menjadi elemen strategis untuk memperkuat kepercayaan sekaligus mempercepat pengembangan dan produksi vaksin, terutama di negara-negara Global South. Kolaborasi dan inovasi perlu terus diperkuat guna mendukung sistem kesehatan yang lebih tangguh di masa mendatang.
Semangat kolaborasi dan inovasi akan mengantarkan negara-negara Global Selatan menuju ketahanan kesehatan yang lebih kuat serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Dalam lanskap yang terus berkembang ini, kolaborasi bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan sejumlah capaian WHO selama 12 bulan terakhir, salah satunya adalah penetapan 5 negara tambahan sebagai WHO-Listed Authority (WLA), termasuk Indonesia. Perlu diingat bahwa pernyataan tersebut semakin menegaskan pengakuan internasional terhadap kapasitas sistem regulatori Indonesia dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu produk kesehatan sesuai standar global.
Pemerintah Republik Indonesia bersama Developing Countries Vaccine Manufacturers Network serta sejumlah mitra global menyelenggarakan side-event bertajuk “Advancing Local Production for Equitable Access, Resilient Health Systems, and Global Health Security”. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pemimpin kesehatan global, regulator, organisasi internasional, produsen vaksin, serta mitra pembangunan untuk mendorong penguatan kapasitas produksi lokal dan regional guna mendukung ketahanan kesehatan global.
Kesimpulan dari pertemuan WHA ke-79 ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan inovasi merupakan kunci untuk meningkatkan kepercayaan vaksin dan memperkuat sistem kesehatan global. Indonesia, sebagai salah satu negara yang terlibat aktif dalam pertemuan ini, berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas sistem regulatori dan mendukung penguatan kapasitas produksi lokal untuk mencapai ketahanan kesehatan yang lebih kuat.











