Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 06 Juni 2026 | Aktor senior Tio Pakusadewo tengah menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisi kesehatan yang menurun. Belakangan diketahui pria 62 tahun itu mengalami masalah kesehatan pada jantung. Sahabatnya, aktris Dewi Irawan, membuka donasi untuk membantu biaya pengobatan Tio yang disebut hanya menggunakan BPJS Kesehatan kelas 3 dan tidak memiliki asuransi kesehatan lain.
Dewi mengatakan inisiatif membuka donasi itu muncul setelah banyak orang menanyakan kabar Tio melalui pesan langsung di Instagram. Sejumlah pihak juga mendoakan sekaligus menanyakan nomor rekening untuk membantu biaya perawatan aktor 62 tahun tersebut.
Tio Pakusadewo telah beberapa kali keluar-masuk rumah sakit sejak awal tahun. Dalam unggahan di Instagram, Dewi menyebut Tio menjalani perawatan di rumah sakit berbeda sejak 27 Januari hingga 31 Mei 2026. Dewi juga menyinggung adanya kendala administratif dalam proses perawatan.
Menurut Dewi, sebagai pasien BPJS, Tio memiliki batas waktu tertentu untuk menjalani rawat inap di rumah sakit. Dewi mengungkapkan bahwa Tio sudah menjalani tindakan medis terkait kondisi kesehatannya. Karena kondisi kesehatannya itu, Tio Pakusadewo pun memerlukan observasi lebih lanjut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Tio Pakusadewo juga pernah tersangkut kasus narkoba. Pada tahun 2018, Tio mengaku mulai tertarik kembali menggunakan sabu untuk menghilangkan rasa sakit akibat stroke ringan yang dialaminya. Namun, hal ini tidak dibenarkan oleh pihak berwajib.
Sementara itu, di tuban, seorang calon jemaah haji bernama Karmijah mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah haji dengan memastikan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif. Ia ingin menjalani ibadah haji dengan lebih tenang tanpa dibayangi kekhawatiran jika sewaktu-waktu membutuhkan layanan kesehatan.
Karmijah menilai bahwa perjalanan ibadah haji menuntut fisik yang prima. Cuaca yang berbeda, aktivitas ibadah yang padat, hingga perjalanan panjang menjadi tantangan yang tidak bisa dianggap ringan, terutama bagi jemaah lanjut usia. Karena itu, perlindungan kesehatan baginya bukan sekadar pelengkap, melainkan bekal yang wajib dipastikan sejak awal.
Karmijah juga memahami bahwa biaya pengobatan tanpa perlindungan jaminan kesehatan bisa menjadi beban tersendiri. Prinsip berjaga-jaga pun ia pegang agar dirinya dan keluarga tidak menghadapi risiko kesehatan tanpa perlindungan yang memadai.
Ketenangan yang dirasakan Karmijah juga datang dari keputusan untuk memastikan seluruh anggota keluarganya terdaftar sebagai peserta JKN. Langkah itu membuatnya merasa lebih nyaman meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama untuk menjalankan ibadah haji.
Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, Karmijah menyiapkan banyak hal dengan penuh kesungguhan. Warga Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban itu menyadari bahwa perjalanan ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual dan perlengkapan ibadah, tetapi juga kondisi kesehatan yang benar-benar terjaga.
Bagi Karmijah, menjadi peserta JKN tidak cukup berhenti pada proses pendaftaran. Ia menilai, kepesertaan harus terus dijaga agar tetap aktif dan tidak memiliki tunggakan iuran, sehingga manfaat layanan kesehatan bisa digunakan kapan saja saat diperlukan.
Dalam kesimpulan, Tio Pakusadewo dan Karmijah memiliki perspektif yang berbeda dalam memandang kesehatan dan perlindungan. Tio Pakusadewo menghadapi sakit jantung dan komplikasi lainnya, sementara Karmijah mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah haji dengan memastikan kepesertaan JKN tetap aktif. Keduanya memiliki kebutuhan yang berbeda, namun sama-sama membutuhkan perhatian dan dukungan dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka.











