Musik

The Strokes Guncang Coachella 2026 dengan Visual Politik Kontroversial

×

The Strokes Guncang Coachella 2026 dengan Visual Politik Kontroversial

Share this article
The Strokes Guncang Coachella 2026 dengan Visual Politik Kontroversial
The Strokes Guncang Coachella 2026 dengan Visual Politik Kontroversial

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 19 April 2026 | The Strokes menutup penampilan mereka pada Coachella 2026 dengan sebuah pertunjukan yang tidak hanya menggetarkan panggung utama, tetapi juga mengundang perdebatan politik internasional. Pada set kedua mereka, frontman Julian Casablancas bersama empat rekan band menampilkan lagu ikonik “Oblivius” sambil menayangkan serangkaian visual yang menyoroti aksi-aksi kontroversial pemerintah Amerika Serikat.

Montase yang muncul di layar raksasa menampilkan foto-foto tokoh dunia yang diklaim pernah menjadi korban operasi CIA, termasuk mantan pemimpin militer Panama Omar Torrijos, mantan presiden Guatemala Jacobo Árbenz, serta mantan presiden Ecuador Jaime Roldós Aguilera. Di samping itu, gambar Martin Luther King Jr. muncul dengan teks “US Govt found guilty of his murder in civil trial,” menambah nuansa kritis terhadap sejarah politik Amerika.

📖 Baca juga:
Taylor Swift Pimpin Nominasi 2026 American Music Awards, K‑Pop Demon Hunter Ikuti Kompetisi

Setelah menampilkan serangkaian hits lama seperti “Hard to Explain,” “You Only Live Once,” dan “The Adults Are Talking,” The Strokes menambahkan lagu baru dari album yang akan datang, “Going Shopping,” sebelum meluncur ke penutup yang paling menonjol. Visual selanjutnya menampilkan rekaman serangan udara di Gaza serta tulisan “Over 30 Universities destroyed in Iran” dan “Last University standing in Gaza,” yang kemudian dipadamkan menjadi layar hitam secara mendadak, menimbulkan spekulasi bahwa gambar-gambar tersebut sengaja dipotong.

Julian Casablancas juga tidak melewatkan kesempatan untuk menyampaikan pandangan politiknya secara langsung kepada penonton. Ia menanyakan, “You guys excited about the draft? Oh, wait, not the NFL draft,” mengacu pada kebijakan pendaftaran wajib militer yang direncanakan pemerintah Amerika dalam enam bulan ke depan. Pernyataan ini mempertegas bahwa band ini memang berani mengekspresikan pendapatnya di atas panggung.

Penampilan ini datang menjelang perilisan album pertama The Strokes dalam enam tahun, berjudul Reality Awaits, yang dijadwalkan rilis pada 26 Juni 2026. Album tersebut diproduksi bersama Rick Rubin dan mencakup kolaborasi internasional yang melibatkan studio di Costa Rica serta beberapa lokasi lain. Untuk mendukung peluncuran album, band mengumumkan tur dunia besar-besaran yang dimulai pada Juni, mencakup konser di Amerika Utara, Eropa, Asia, dan khususnya penampilan pertama mereka di Inggris dan Irlandia dalam lebih dari dua dekade.

📖 Baca juga:
Membongkar Rp170 Miliar: Apa Sebenarnya di Balik Penampilan Megah Justin Bieber di Coachella 2026

Berikut ini adalah rangkaian lagu yang dibawakan pada set kedua Coachella 2026:

  • Hard to Explain
  • You Only Live Once
  • The Adults Are Talking
  • Juicebox
  • Ode to the Mets
  • Going Shopping
  • Oblivius

Selain menyoroti aspek musik, penampilan The Strokes juga mengangkat isu-isu sosial dan politik yang sedang berlangsung, seperti konflik di Gaza, kerusakan universitas di Iran, serta sejarah intervensi CIA di Amerika Latin. Reaksi penonton beragam; sebagian memuji keberanian band dalam menyuarakan kritik, sementara yang lain menilai bahwa pertunjukan tersebut terlalu politis untuk sebuah festival musik.

Julian Casablancas sebelumnya mengungkapkan sikap skeptisnya terhadap sistem politik Amerika, termasuk menolak untuk memberi suara pada pemilihan presiden 2024. Ia mengungkapkan melalui media sosial bahwa ia lebih memilih menolak pilihan antara partai yang ia anggap sebagai “boneka” yang dikendalikan oleh militer, perusahaan minyak, dan bank. Sikap ini tampaknya beresonansi dengan visual yang dipilih pada Coachella, menegaskan konsistensi pesan politik band.

📖 Baca juga:
Dyandra Global Tambah Hari Konser EXO 2026, Tiket Ludes dalam Hitungan Jam

Dengan menutup penampilan mereka secara dramatis, The Strokes tidak hanya menegaskan kembali posisi mereka sebagai ikon indie rock, tetapi juga sebagai suara kritis yang siap memanfaatkan platform global untuk menyoroti isu-isu penting. Apa dampak jangka panjang dari aksi ini terhadap karier mereka atau reaksi publik masih menjadi pertanyaan, namun yang pasti, Coachella 2026 akan dikenang sebagai panggung di mana musik dan politik bertemu dalam satu momen yang tak terlupakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *