Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 20 Mei 2026 | Jakarta – Aktor Joe Taslim akan membintangi film aksi Indonesia yang merupakan remake dari film Korea Selatan, The Man From Nowhere. Film ini akan menjadi bagian dari deretan film aksi Indonesia yang dipromosikan di Cannes Film Market.
Joe Taslim akan bekerja sama dengan sutradara Tanigaki Kenji untuk kedua kalinya setelah sebelumnya bekerja sama dalam film The Furious. Versi asli The Man From Nowhere dikenal sebagai film klasik modern dengan kisah emosional kuat.
Adaptasi Indonesia ini diproduksi oleh Asia Media Alliance Group, Nation Pictures, Yeti Entertainment, serta Red Packet Media. Sementara distribusi internasional ditangani oleh K-Movie Entertainment.
Pendiri Nation Pictures, Delon Tio, mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan utama dalam perfilman genre internasional. Ia menilai bahwa Indonesia memiliki talenta, budaya aksi, hingga lokasi yang mendukung perkembangan film laga berskala global.
Yeti Entertainment yang baru dibentuk oleh Erika North dan Nick North juga optimistis terhadap perkembangan film genre Asia Tenggara. Mereka menilai proyek The Man From Nowhere sebagai langkah besar untuk menghadirkan tontonan aksi yang dapat dinikmati penonton dunia.
Selain proyek Joe Taslim, Cannes Film Market juga menghadirkan film aksi Pendekar: Warrior yang dibintangi Iko Uwais. Film tersebut disutradarai John Radel dan turut menampilkan aktor muda Ali Fikri.
John Radel mengatakan bahwa Asia selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil film aksi terbaik di dunia. Ia berharap proyek-proyek terbaru ini dapat membawa kembali perfilman aksi Indonesia dan Asia Tenggara ke pasar internasional.
Produser Mike Leeder dari Red Packet Media menilai bahwa dunia telah mengenal kualitas film aksi Indonesia. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menghadirkan film aksi yang lebih besar, tajam, dan siap bersaing di pasar global.
Kehadiran dua film ini menjadi sinyal perhatian internasional terhadap perfilman aksi Indonesia. Proyek-proyek ini juga diharapkan mampu membuka jalan lebih luas bagi sineas dan aktor Asia Tenggara untuk bersaing di pasar global.
Di samping itu, film horor Indonesia Bisikan Desa Gringsing juga memperkenalkan diri di ajang Cannes Film Market 2026. Film ini merupakan salah satu film horor Indonesia pertama yang sepenuhnya menggunakan teknologi virtual production.
Proses syuting berlangsung di panggung LED volumetrik milik OMG Studios di Iskandar Malaysia Studios, Johor, Malaysia. Teknologi ini memungkinkan para pemeran bermain di depan dinding LED beresolusi tinggi yang menampilkan lingkungan fotorealistik secara real time.
Film ini mengisahkan Hesti, seorang perempuan yang mencari ayahnya yang hilang. Pencariannya membawanya ke desa terkutuk bernama Desa Gringsing, tempat ia terseret dalam teror arwah gentayangan bernama Fatimah.
Aktor Joe Taslim dan film horor Bisikan Desa Gringsing menjadi contoh nyata bahwa perfilman Indonesia mulai mendapatkan perhatian internasional. Dengan kemajuan teknologi dan kreativitas yang tinggi, perfilman Indonesia siap untuk bersaing di kancah internasional.











