Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 04 Juni 2026 | Rupiah terus melemah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap dampaknya pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, investasi, hingga daya beli masyarakat.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pelemahan rupiah ke kisaran Rp18.000 per dolar AS masih dalam rentang simulasi pemerintah. Ia menegaskan bahwa secara fundamental nilai tukar rupiah seharusnya lebih kuat dibanding posisi saat ini.
Purbaya menjelaskan bahwa pelemahan kurs tidak mengubah besaran kupon utang, tetapi membuat nilai pembayaran dalam rupiah menjadi lebih tinggi ketika kewajibannya berdenominasi valuta asing. Ia mengungkapkan bahwa saat penyusunan APBN pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.500 per dolar AS.
Sementara itu, beberapa bank yang tergabung dalam Himbara juga tercatat ikut menaikkan harga jual dolar AS, mengikuti pergerakan nilai tukar rupiah yang terus melemah. Bank-bank dari mulai BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, hingga BCA, otomatis juga melakukan hal serupa guna merespons penguatan mata uang dolar AS terhadap rupiah.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dapat dipantau dengan mudah melalui ponsel. Masyarakat dapat menggunakan mesin pencari seperti Google atau aplikasi konversi mata uang untuk memantau pergerakan nilai tukar secara real-time kapan saja dan di mana saja.
Pelemahan rupiah menjadi sorotan tajam apalagi terlemah di Asia. Padahal, beberapa mata uang Asia lainnya menguat. Salah satunya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,32 persen.
Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan global dan domestik. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan bank sentral akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Kesimpulan dari pelemahan rupiah ini adalah bahwa pemerintah dan BI harus terus berkoordinasi untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh ekonomi Indonesia. Dengan demikian, diharapkan rupiah dapat kembali stabil dan ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh.









