Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 11 Juni 2026 | Harga Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan sejak 10 Juni 2026. Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dampak kenaikan harga BBM jenis Pertamax terhadap inflasi relatif terbatas. Hal ini karena Pertamax tidak digunakan untuk angkutan barang dan angkutan umum.
Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Green. Penyesuaian harga dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Pertamax naik Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green naik Rp 17 ribu dari Rp 12.900 menjadi per liter.
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan bahwa porsi penggunaan Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya masih relatif kecil dibandingkan BBM bersubsidi per Juni 2026. Konsumsi Pertalite mencapai 73,3 persen dan Pertamax 25,9 persen, sementara Pertamax Turbo dan Pertamax Green secara total hanya sekitar 0,9 persen.
VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga Sigit Setiawan mengungkapkan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 atau yang setara Pertamax di pasar internasional telah mencapai kisaran Rp20.000–Rp21.000 per liter. Sigit juga mengatakan bahwa harga pasar yang dimaksud mengacu pada harga minyak dunia.
Chief Operating Officer (COO) Danantara/Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, membantah tudingan bahwa kenaikan harga Pertamax adalah akibat Pertamina tidak mampu lagi menahan harga jualnya. Dony menjelaskan bahwa karena Pertamax adalah jenis BBM non-subsidi, maka aturannya mengatakan bahwa harganya pun mengikuti harga pasar.
Antrean kendaraan terpantau terjadi di sejumlah SPBU di Jakarta, imbas kenaikan harga BBM nonsubsidi. Pantauan di dua SPBU di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, menunjukkan antrean kendaraan roda dua untuk mengisi BBM subsidi Pertalite, mengular cukup panjang.
Dalam kesimpulan, kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green tidak akan berdampak besar terhadap mayoritas masyarakat di Jawa bagian tengah. Hal ini karena sebagian besar konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa bagian tengah masih didominasi produk bersubsidi maupun penugasan yang tidak mengalami perubahan harga, yakni Pertalite dan Biosolar.











