Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 02 Mei 2026 | Pada Sabtu, 2 Mei 2026, pasar logam mulia Indonesia kembali menjadi sorotan utama setelah Harga Emas Antam di Pegadaian menunjukkan kenaikan signifikan. Data yang dirilis oleh Sahabat Pegadaian pada pukul 07.46 WIB mengindikasikan harga Antam naik menjadi Rp2.911.000 per gram, melampaui level sebelumnya sebesar Rp2.880.000. Kenaikan ini menandai pergerakan tertinggi di antara tiga produk emas yang diperdagangkan oleh Pegadaian, yakni Antam, Galeri24, dan UBS.
Sementara itu, emas Galeri24 mencatat kenaikan tipis menjadi Rp2.788.000 per gram, naik hanya Rp2.000 dari harga sebelumnya. Sebaliknya, emas UBS mengalami penurunan, dengan harga turun menjadi Rp2.802.000 per gram dari Rp2.811.000 pada hari Jumat. Perbedaan arah ini mencerminkan dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, termasuk pergerakan harga minyak dunia dan kebijakan moneter bank sentral utama.
Berikut ringkasan harga per gram untuk ketiga produk pada hari tersebut:
| Produk | Harga per gram (Rupiah) |
|---|---|
| Antam | 2.911.000 |
| Galeri24 | 2.788.000 |
| UBS | 2.802.000 |
Detail ukuran terkecil hingga terbesar untuk Harga Emas Antam juga tercatat sebagai berikut:
- 0,5 gram: Rp1.508.000
- 5 gram: Rp15.080.000
- 10 gram: Rp28.585.000
- 100 gram: Rp285.077.000
- 1 kilogram: lebih dari Rp2,7 miliar
Pengamat pasar menilai bahwa kenaikan Antam dipicu oleh sentimen safe‑haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Harga emas dunia pada Jumat, 1 Mei 2026, turun 1,1% menjadi USD 4.568,82 per ons, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak yang menambah tekanan inflasi. Penurunan tersebut memicu investor mencari perlindungan dalam bentuk logam mulia, khususnya emas domestik yang lebih mudah diakses melalui jaringan Pegadaian.
Di sisi lain, penurunan harga UBS mencerminkan pergeseran preferensi investor yang mungkin lebih memilih produk Antam yang dianggap lebih stabil dan terjamin kualitasnya oleh pemerintah melalui PT Aneka Tambang Tbk. UBS, yang merupakan produk bank swasta, seringkali dipengaruhi oleh faktor likuiditas dan kebijakan internal bank penerbit.
Para analis juga menyoroti bahwa fluktuasi harga pada hari Sabtu tidak selalu mencerminkan tren mingguan. Harga spot emas di pasar internasional diproyeksikan akan tetap volatil selama beberapa minggu ke depan, tergantung pada keputusan kebijakan suku bunga Federal Reserve dan data inflasi AS. Jika tekanan inflasi tetap tinggi, kemungkinan besarnya bank sentral akan menahan pemotongan suku bunga, yang pada gilirannya dapat menjaga atau bahkan meningkatkan permintaan emas sebagai aset penyimpan nilai.
Untuk pembeli ritel, kenaikan Harga Emas Antam menjadi sinyal bahwa pembelian sekarang masih dapat dianggap menguntungkan dibandingkan menunggu potensi penurunan lebih lanjut. Namun, para investor disarankan untuk memperhatikan faktor likuiditas, biaya penyimpanan, dan tujuan investasi jangka panjang sebelum melakukan transaksi besar.
Secara keseluruhan, pergerakan harga pada 2 Mei 2026 menunjukkan bahwa pasar emas domestik tetap responsif terhadap kondisi global, sekaligus mencerminkan kepercayaan publik terhadap produk Antam sebagai pilihan utama dalam portofolio investasi logam mulia.











