Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 17 Juni 2026 | Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia telah mengalami penyesuaian pada 10 Juni 2026. PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha PT Pertamina (Persero), telah menaikkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green. Harga Pertamax (RON 92) kini menjadi Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green (RON 95) menjadi Rp 17.000 per liter.
Penyesuaian harga ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak dunia yang terus meningkat sejak Maret. Pemerintah telah menahan kenaikan harga BBM selama beberapa bulan, namun akhirnya harus menyesuaikan harga BBM non-subsidi untuk mengikuti tren minyak dunia.
Walaupun harga BBM di Indonesia telah naik, pemerintah menyatakan bahwa harga BBM di Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Harga BBM RON 92/95 di Filipina, Laos, Thailand, Myanmar, dan Singapura masih lebih tinggi dibandingkan dengan harga BBM di Indonesia.
Contohnya, harga BBM RON 92 di Filipina mencapai Rp 22.158 per liter, sedangkan di Singapura mencapai Rp 42.971 per liter. Sementara itu, harga BBM RON 95 di Laos mencapai Rp 31.945 per liter, dan di Thailand mencapai Rp 28.910 per liter.
Pemerintah juga menegaskan bahwa harga BBM subsidi, seperti Pertalite dan Solar, tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter, sedangkan harga Solar tetap Rp 6.800 per liter.
Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini diharapkan dapat membantu mengontrol inflasi dan menjaga keberlanjutan penyediaan energi di Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa kenaikan harga BBM dapat berdampak pada biaya hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
Oleh karena itu, pemerintah perlu terus memantau situasi dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan kesejahteraan masyarakat.











