Ekonomi

Gubernur BI: Cadangan Devisa Memadai untuk Jaga Rupiah

×

Gubernur BI: Cadangan Devisa Memadai untuk Jaga Rupiah

Share this article
Gubernur BI: Cadangan Devisa Memadai untuk Jaga Rupiah
Gubernur BI: Cadangan Devisa Memadai untuk Jaga Rupiah

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 08 Mei 2026 | Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menjamin bahwa cadangan devisa Indonesia cukup kuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah nasional. Bank Indonesia mengoptimalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menarik aliran modal asing masuk.

BI melakukan intervensi pasar langsung di berbagai pusat keuangan dunia guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah Indonesia. Perry Warjiyo memastikan bahwa pihaknya terus memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.

📖 Baca juga:
Prabowo dan Luhut Bahas Strategi Ekonomi Nasional di Istana Merdeka: Langkah Besar Menghadapi Tantangan Global

Pelemahan rupiah di Jakarta pada Mei 2026 dipicu tekanan kondisi ekonomi global, termasuk kenaikan suku bunga Amerika Serikat, tensi geopolitik, serta tingginya kebutuhan valuta asing domestik musiman. Bank Indonesia melakukan intervensi pasar secara maksimal dan memperkuat koordinasi pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

BI telah melakukan tujuh langkah stabilisasi rupiah, yang sudah didukung oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah-langkah tersebut mencakup intervensi di pasar valas baik di dalam negeri maupun luar negeri, optimalisasi instrumen SRBI, pembelian SBN di pasar sekunder, pelonggaran likuiditas perbankan, pembatasan pembelian dolar AS, menambah pasokan dolar melalui pasar NDF di luar negeri, dan memperketat pengawasan pembelian dolar.

📖 Baca juga:
Rupiah Tembus Rp 17.326: Dampak Keputusan UEA Tinggalkan OPEC dan Kekhawatiran Fitch Rating

Perry Warjiyo menjelaskan bahwa cadangan devisa Indonesia dikumpulkan pada saat panen inflow besar dan digunakan untuk pada saat paceklik, pada saat outflow jumlahnya besar. Intervensi BI tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tapi juga di luar negeri, seperti Hong Kong, Singapura, London, hingga New York.

Untuk mengompensasi aliran modal keluar di pasar saham dan SBN, BI mengandalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Hingga saat ini, inflow dari SRBI tercatat mencapai Rp78,1 triliun secara year-to-date, yang secara efektif menambal outflow di pasar saham dan SBN.

📖 Baca juga:
Bank Indonesia Buka Seleksi PKWT 2026, Atur Merit BKN dan Ungkap Kisaran Gaji Menarik untuk Lulusan D3‑S2

Kesimpulan, Bank Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter yang tersedia. Dengan demikian, diharapkan rupiah dapat kembali menguat dan stabilitas ekonomi nasional dapat dipertahankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *