Ekonomi

Harga Keekonomian Pertalite Tembus Rp 15.000, Beban Subsidi Energi Hantui APBN

×

Harga Keekonomian Pertalite Tembus Rp 15.000, Beban Subsidi Energi Hantui APBN

Share this article
Harga Keekonomian Pertalite Tembus Rp 15.000, Beban Subsidi Energi Hantui APBN
Harga Keekonomian Pertalite Tembus Rp 15.000, Beban Subsidi Energi Hantui APBN

Bedah Berita – Berita Terkini dan Terpercaya Indonesia – 07 Mei 2026 | Harga keekonomian Pertalite telah menembus Rp 15.000 per liter, membuat beban subsidi energi semakin memberatkan APBN. Hal ini terungkap dari struk pembelian BBM Pertamina jenis Pertalite yang beredar di media sosial.

Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, harga Pertamax saat ini Rp 12.300 per liter bukanlah harga keekonomian yang riil atau mengacu harga pasar, melainkan harga terakhir yang berdasarkan kebijakan dan kordinasi pemerintah dengan Pertamina.

📖 Baca juga:
BBM Pertamina Pertamax & Pertamax Green Tetap Stabil, BP dan Vivo Naik Tipis pada 1 Mei 2026

Roberth menjelaskan bahwa istilah ‘gampang’ yang bisa disubsidi pakai adalah selisih antara harga keekonomian atau harga pasar versus harga jual di SPBU yang ditanggung sementara oleh pemerintah. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga daya beli dan tetap berputarnya roda ekonomi masyarakat.

Namun, Roberth tidak menjawab pertanyaan tentang harga asli Pertamax. Ia hanya menyebutkan bahwa jenis BBM Pertamina lainnya memiliki selisih harga yang tidak jauh berbeda.

Kementerian ESDM akan membentuk tim untuk memberi kepastian spesifikasi bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons kekhawatiran masyarakat terkait beredarnya Pertalite (RON 90) yang dioplos menjadi Pertamax (RON 92).

📖 Baca juga:
Krisis Bahan Bakar Mengguncang Penerbangan Asia dan Eropa: Thai Vietjet Tangguhkan Rute, Uni Eropa Siapkan Kontinjensi

Dalam beberapa waktu terakhir, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertalite menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Harga Pertalite non-subsidi yang mencapai Rp 16.088 per liter membuat masyarakat heran, karena harga ini lebih tinggi dari Pertamax yang sebesar Rp 12.300 per liter.

Perbedaan harga ini membuat masyarakat bertanya-tanya tentang harga asli Pertalite dan bagaimana pemerintah menentukan harga jual BBM di SPBU.

Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu dipahami bahwa harga BBM di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk harga minyak mentah dunia, biaya produksi, dan kebijakan pemerintah.

📖 Baca juga:
Mencekam! Bentrokan di Halmahera Menggugah Bayang‑Bayang Tragedi Maluku 1999, Mengapa Konflik Kecil Bisa Membakar Isu SARA?

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengontrol harga BBM, termasuk dengan memberikan subsidi kepada masyarakat. Namun, subsidi ini telah membuat beban APBN semakin berat.

Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan subsidi BBM dan mencari solusi yang lebih efektif untuk mengontrol harga BBM di Indonesia.

Kesimpulan, harga keekonomian Pertalite yang menembus Rp 15.000 per liter telah membuat beban subsidi energi semakin memberatkan APBN. Pemerintah perlu melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan subsidi BBM dan mencari solusi yang lebih efektif untuk mengontrol harga BBM di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *